Membangkitkan Semangat Petani dengan Teknologi

oleh:

Wiwin Setyorini, S.Pd, M.Pd ( Guru Geografi SMAN 9 Malang Jawa Timur )
Drs. H.Priyono, M.Si ( Fasilitator Webinar Trik Menulis di Koran MGMP Geo Jatim 2021. Dosen Fak. Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta )

Negara Indonesia tercinta adalah negara agraris dimana kehidupan rakyat maupun jumlah tenaga kerjanya masih menggantungkan sektor tradisional yaitu sektor agraris, namun kehidupan petani di negeri ini masih mengalami kehidupan yang pas pas san karena rata rata pemilikan lahan pertaniannya relative sempit dan beaya produksi di satu pihak cukup tinggi dan dilain pihak harga beras relative stabil atau belum menyenangkan bagi petani. Maka diperlukan bantuan Pemerintah dan kelompok masyarakat lain seperti mahasiswa untuk meningkatkan kesejahteraan petani . Lain lading lain belalang, begitulah kata pepatah.
Keberkahan sepertinya tak pernah berhenti mengalir untuk kelompok tani di Desa Candirenggo Kecamatan Singosari Malang.

Desa Candirenggo merupalan salah satu desa yang berada di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Desa ini berada di lereng Gunung Arjuno dengan ketinggian 3.339 m dpl dengan hamparan lahan pertanian yang sangat luas dan subur . Kelompok Tani Sri Ekomulyo 1 merupakan suatu kelompok tani pengguna air dari Desa Candirenggo. Kelompok ini beranggotakan para petani yg bertempat tinggal di Kelurahan Candirenggo Singosari Malang. Saat ini kelompok ini beranggotakan 48 orang yang memiliki usia rata-rata 58 tahun. Mereka mengelola lahan pertanian seluas 36 hektar baik milik pribadi atau dikelola petani lain dengan sistem bagi hasil. Petani di daerah ini memiliki lahan dengan kisaran 500 meter persegi sampai dengan 1,5 hektar per orang.

Pekerjaan utama para warga adalah sebagai petani dan buruh tani. Sebagian memiliki pekerjaan sampingan berwiraswatsa ( memiliki toko ) dan beternak. Ada juga yang mempunyai pekerjaan sampingan sebagai bakul dawet. Setiap pagi sebelum keliling mereka menjenguk swahnya. Pada jam 8 mereka keliling menjajakan dawet beras. Pendapatan rata-rata Rp. 1.700.000,- / bulan.

BACA JUGA:  Eksistensi Hukum Rajam

Pada awal tahun 2021 kelompok tani ini mendapatkan bantuan pemerintah berupa perbaikan jaringan irigasi yang diberikan oleh Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Brantas Besar Surabaya berupa dana perbaikan jaringan irigasi di sepanjang aliran sungai 252 meter. Di kecamatan Singosari sebenarnya ada 2 desa yang mendapatkan bantuan dana perbaikan irigasi. Program ini merupakan wujud dukungan pemerintah terhadap upaya peningkatan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan perbaikan jaringan irigasi secara partisipatif dan gotong royong.

Program ini mendapatkan sambutan yang cukup baik dari masyarakat desa khususnya para petani. Mereka antusias sekali mengikuti program pemberdayaan tenaga kerja di desa untuk perbaikan jaringan irigasi tersebut karena dengan sistem padat karya di mana para petani sendiri yang menjadi ttenaga kerja telah memberikan tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kebahagiaan itu semakin bertambah dengan kehadiran beberapa mahasiswa untuk melakukan pengabdian masyarakat pada bulan Juni 2021. Para mahasiswa yang berasal dari ITS Surabaya tersebut melakukan penelitian sistem irigasi yang ada di Desa Candirenggo. Desa Candirenggo memiliki dua sumber air yang cukup besar yaitu Sumber air Sumber Awan dan sumber air Ken Dedes. Sumber air Sumber Awan selain dijadikan tempat wisata juga dimanfaatkan PDAM yang cukup memenuhi kebutuhan air di wilayah kecamatan Singosari.