Menggiring Wisatawan Asing ke Alam Subang

Oleh: Imas Heryani

Statistisi Penyelia BPS Kabupaten Subang

Tahun 2019, Pemerintah menargetkan 20 juta wisatawan asing mengunjungi Indonesia. Sementara wisatawan asing yang mengunjungi Indonesia selama Tahun 2017  baru mencapai 14.04 juta jiwa.  Berdasarkan publikasi  BPS,  Indikator Ekonomi Provinsi Jawa Barat Tahun 2017  jumlah wisatawan   mancanagara berjumlah 4.984.035 orang dan jumlah wisatawan  domestik berjumlah  59.644.070 orang. Terdapat kenaikan dari tahun 2016 sekitar 0.88 persen untuk wisatawan  mancanagara dan 0.98 persen untuk wisatawan  domestic. Wsatawan    mancanagara yang berkunjung ke Kabupaten Subang berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kab. Subang sebanyak  307.175 orang  dan Wisatawan   domestiknya berjumlah 5.790.390 orang.  Dibandingkan dengan lingkup provinsi, proporsi wisatawan nusantara yang mengunjungi Kabupaten Subang sebesar 9,71 % dan wisatawan asing hanya sebesar 0,61 %. Masih terbuka kesempatan untuk menarik wisatawan mancanegara ke wilayah Subang. Secara ekonomi nasional, pendapatan  devisa akan didapat  dari  wisatawan   mancanegara.

Berdasarkan Tingkat Penghunian Kamar Hotel (TPK) dari  hasil sampel BPS Kab Subang  (VHTS) Tahun 2017  yang sebesar 40,88 persen menunjukkan bahwa kamar hotel yang terisi hampir setengahnya per hari. Apabila pada hari-hari biasa sepi, diindikasikan penuh pada saat hari-hari weekend atau liburan.

Di Kabupaten Subang objek destinasi wisata yang terkenal adalah kawasan wisata Ciater dan Kawasan Tangkuban Perahu.  Kawasan tersebut sudah menjadi icon pariwisata Kabupaten Subang. Ciater memiliki sumber mata air panas yang terus mengalir dan dimanfaatkan untuk pemandian/berendam air hangat.  Ciater merupakan tujuan wisata yang sangat terkenal  sehingga ramai pada saat liburan terutama pada saat liburan Hari Raya Idul Fitri. Sumber mata air panas dan iklim Ciater yang dingin menjadi kawasan tersebut tempat yang cocok untuk kawasan villa.  Sementara tangkuban perahu merupakan wisata alam gunung tangkuban perahu yang terkenal dengan legenda sangkuriang. Pemandangan alam dan kawah tangkuban perahu dapat dijangkau oleh kendaraan roda empat dan berlokasi pada perlintasan Bandung –Ciater.

Selain wisata alam Ciater dan Tangkuban perahu masih banyak tempat yang sudah menjadi obyek wisata namun masih kurang dikenal. Meskipun masih dikelola secara sederhana terdapat kawasan yang indah diantaranya 7 buah curug di desa Cipancar, Kecamatan Serangpanjang. Di daerah lain juga terdapat beberapa curug diantaranya Curug Cileat di Kecamatan Cisalak, Curug Cibareubeuy di desa Cibeusi dan Curug Bentang di desa Sanca Kecamatan Ciater. Beriringan dengan wisata alam terdapat wisata budaya di desa wisata Sari Bunihayu, Desa Adat Wisata Wangunharja dan Kampung Jatimas.serta Capolaga yang mana didalamnya ada Camping ground.

Sejalan dengan wisata alam dan budaya, Wisata Kuliner menjadi salah satu unggulan khususnya agrowisata. Kabupaten Subang dikenal sebagai daerah pengahasil Nanas Madu yang sudah menjadi komoditi eksport. Wisata kuliner lainnya adalah rumah makan yang berdiri sepanjang jalan Ciater, Sepanjang jalan Cagak dan  Jalan Cijambe. Berbagai restoran dan rumah makan menyediakan masakan siap saji yang merupakan daerah perlintasan  Bandung Subang. Daerah-daerah wisata yang dikembangkan di Subang juga yang berciri sejarah seperti wisma karya , dan pariwisata buatan  seperti planet water boom yang berlokasi di daerah perkotaan Subang.

Sementara di daerah utara Subang terdapat objek wisata Pantai Patimban di Kecamatan Pusakanagara, Hutan Magrove dan penangkaran Buaya di Kecamatan Blanakan dan Pantai Cilewang Indah, Desa Pangarengan  di Kecamatan Legon kulon.

Promosi objek wisata kepada wisatawan mancanegara memerlukan kerjasama antara dinas pariwisata pemda dengan kementrian pariwisata.  Apabila Kementrian pariwisata sudah mengenali suatu objek wisata merupakan favorit kunjungan wisatawan    nusantara, maka promosi suatu objek wisata tersebut ke luar negeri akan mendapat animo dari wisatawan    mancanegara dibandingkan mempromosikan objek wisata baru yang belum tentu menarik bagi wisatawan    nusantara sekalipun. Objek wisata akan di kenal oleh orang asing,  apabila wisatawan    lokal sudah  menjadikannya sebagai objek wisata. Dengan kata lain, kegiatan wisatawan nusantara akan mendorong  wisatawan mancanegara untuk datang ketempat-tempat wisata tersebut. Oleh karena itu, peran pemerintah menjadi penting dalam menunjang terpenuhinya insfrastruktur kepariwisataan di Subang.(*)