Menjadi Pribadi yang Kuat dan Tangguh Dalam Meraih Kesuksesan dengan Menumbuhkan Motivasi Dalam Diri

Oleh:Zulfatu Nimah Alfanani

Universitas STAI DR.KH.EZ MUTTAQIEN (PAI)

Motivasi untuk diri sendiri itu sangatlah diperlukan. Terutama disaat kita sedang merasa  lemah, malas, sering menunda-nunda, atau bahkan dalam kondisi ingin menyerah. Banyak yang mengabaikan motivasi, padahal dengan motivasilah tindakan itu akan hadir. Motivasi itu dorongan untuk bertindak. Jika kita tidak mau atau sulit bertindak, artinya motivasi yang kita miliki itu lemah. Untuk itu perlu upaya membangun motivasi untuk diri sendiri dan juga orang lain jika kita melihat orang lain pun memiliki masalah yang sama.

Pada dasarnya, membangun motivasi untuk diri sendiri maupun orang lain itu sama. Ada unsur yang harus kita perhatikan agar kita bisa membangun motivasi. Kedua unsur itu adalah pain dan pleasure, yaitu kesengsaraan dan kesenangan. Ada orang melakukan sesuatu untuk menghindari kesengsaraan seperti sakit, kemiskinan, penderitaan, kehilangan, penolakan, dan sebagainya. Begitu juga, ada orang mau bertindak karena ia ingin mengejar kesenangan seperti cinta, kebahagiaan, kekayaan, keceriaan, kesuksesan dan sebagainya.

Ada tiga langkah yang harus kita lakukan dalam Membangun Motivasi Untuk Diri Sendiri. Pertama; Penyadaran. Langkah pertama perlunya sebuah kesadaran, mengenai apa sih yang tidak diinginkan dan apa yang diinginkan? Pada dasarnya semua orang punya keinginan, tapi terkadang banyak yang tidak menyadari akan hal ini . Kedua; Penegasan. Setelah kita mulai sadar apa saja yang kita inginkan, saatnya melakukan pengasan. Dengan cara membuat tujuan yang  lebih jelas dan spesifik. Ketiga; Pemantapan. Setelah sadar, selanjutnya lakukan pemantapan, agar benar-benar masuk ke dalam hati kita. Baca secara berulang, tempel tulisannya di tempat yang mudah dilihat, dan sebagainya.

Menumbuhkan kesadaran diri adalah hal pertama yang harus dilakukan dalam membangun motivasi untuk diri sendiri. Kesadaran apa sih ? Setidaknya ada dua kesadaran yang perlu kita tumbuhkan:

  1. Kesadaran akan keinginan kita, apa pun namanya misalnya tujuan, impian, cita-cita, atau visi. Jika kita tidak menyadarinya, maka motivasi kita akan lemah. Oleh karenanya membangun kesadaran bisa di lakukan dengan cara menuliskan. Cobalah, tuliskan setidaknya 100 keinginan kita.
  2. Kesadaran akan ancaman kegagalan. Jika kita gagal, apa yang akan terjadi? Misalnya jika gagal dalam hal finansial, bagaimana dengan pendidikan anak-anak kita nanti?
BACA JUGA:  Akankah Ramadan di Depan Mata Indah?

Saya yakin, kedua hal ini ada pada setiap orang. Hanya saja, banyak orang yang sengaja atau tidak sengaja malah menutupinya. Jebakan berada di zona nyaman. Jangankan untuk bertindak, hanya memikirkannya saja tidak mau.

Saya sadar, saat memikirkan kedua hal diatas, akan ada ketakutan dan keengganan. Saya pun begitu. Namun tidak ada pilihan lain, jika kita ingin hidup lebih baik lagi, maka kita harus mau keluar dari zona nyaman.

Ada saja dalih yang membuat orang tidak mau memikirkannya. Sering kali seseorang menyikapi takdir dengan cara yang salah. Misalnya dia mengatakan, “urusan nanti tergantung takdir saja” atau “gimana nanti aja lah”.

Memang betul, segala sesuatu itu ditakdirkan Allah dan kita harus mengimaninya. Hanya saja, Allah memerintahkan kita untuk berusaha atau berikhtiar. Yang penting focus dalam melaksanakan tugas kita dengan maksimal,  hasilnya baru kita serahkan kepada Allah.

Jadi, mari kita sama-sama, berikhtiar maksimal untuk meraih keinginan kita dan menghindari ancaman akan kegagalan kita. Apakah nanti kita akan berhasil atau tidak, jika sudah ikhtiar dengan maksimal, maka tidak akan ada penyesalan. (*)