Pandemi Covid-19 yang Membawa Barokah

Pandemi Covid-19 yang Membawa Barokah
0 Komentar

oleh :1.Drs.Priyono, M.Si (Dosen F.Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Geografi FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto)

 2.Rusfik Yulli Anur Wati (Mahasiswa FKIP UMP)

Virus corona menjadi perbincangan sejak dua pekan terakhir pada bulan Januari 2020. Apalagi setelah infeksi virus ini menyerang ratusan bahkan ribuan orang dan menelan banyak korban jiwa, mendadak kehadirannya menjadi teror yang mengerikan bagi masyarakat dunia.

Coronavirus ini merupakan virus jenis baru yang kemunculannya ditemukan pada manusia dan pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, China, pada bulan Desember 2019 yang kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). Virus ini telah menyebar ke berbagai negara dan telah menginfeksi jutaan orang di dunia.

Baca Juga:Tingkat Kriminal di Subang Menurun, Masyarakat Diminta Tetap WaspadaAde Mulyana: Lawan Covid-19 Tak Perlu APBD II

Asal muasal munculnya virus ini diperkirakan datang dari hewan, seperti kelelawar dan unta. Covid-19 menjadi virus yang mudah menular baik dari hewan ke manusia, maupun dari manusia ke manusia. Penyakit ini termasuk golongan yang sama dengan virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle-East respiratory syndrome (MERS).

Hingga saat ini, pandemi yang menghantui dunia telah menyebabkan aktivitas manusia bahkan negara menjadi terganggu. Mulai dari kegiatan ekonomi, sosial, budaya, religi menjadi terganggu bahkan tenaga kesehatan yang merawat pasien yang kena virus ini banyak yang meninggal dan mereka ada yang dikucilkan bahkan jenazahnya ditolak untuk dimakamkan di suatu wilayah tertentu. Nilai kemanusian di satu sisi kadang hilang tapi di sisi lain banyak muncul dermawan untuk meringankan beban mereka yang terkena wabah ini. Wabah ini betul-betul telah merusak tatanan kemanusiaan. Apa yang yang ada dibalik semua ini, hanya mereka yang dapat mengambil hikmahnya yang tahu jawabannya.

Dilansir dari laman tirto.id, jumlah kasus positif corona di seluruh dunia telah mencapai 2.496.660 pasien. Data itu adalah hasil update terbaru yang dirilis Wordometers per pukul 16.40 WIB, Selasa, 21 April 2020. Jumlah kematian yang diakibatkan oleh terinfeksinya covid-19 di dunia terus merangkak naik hingga pada selasa sore (21/4/2020) sudah mencapai angka 171.240 jiwa.

0 Komentar