Peran Teknologi di Era New Normal yang Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Oleh:
1. Khansa Ihsan Mahardika (Mahasiswa smt 4, F.Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)
2. Siti Nur Aisah (Mahasiswa smt 2, F.Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Covid-19 merupakan sebuah sindrom penyakit pernapasan akut, virus ini pertama kali menginfeksi masyarakat Cina di Kota Wuhan pada 2019, hingga saat ini penyebab virus ini masih belum diketahui secara pasti. WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020, hingga pada tanggal 27 April 2020 lebih dari 3 juta kasus pada 185 negara, dengan jumlah kematian sebanyak 208,000 kematian dan tingkat kesembuhan sekitar 878,000 jiwa.

Pandemi covid-19 di Indonesia turut menyadarkan masyarakat untuk menganut gaya hidup bersih dan sehat agar terhindar dari paparan bakteri dan virus yang dapat menimbulkan penyakit. Selama kurang lebih 2 bulan terakhir Negara Indonesia dilanda suatu pandemi Corona Virus Dissease-19 atau yang biasa kita dengar dengan sebutan Covid-19. Virus tersebut berkembang dengan sangat pesat dan sudah menginfeksi sedikitnya 7.000 penduduk yang ada di Indonesia. Guna memutus penyebaran virus tersebut pemerintah Indonesia mengeluarkan suatu kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang mengakibatkan terbatasnya ruang gerak masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari termasuk dalam hal bekerja.

Hampir di setiap sektor mengalami dampak dari penyebaran virus Corona. Termasuk di sektor ekonomi, bagi sebagian besar penduduk terutama masyarakat kelas menengah kebawah yang memiliki penghasilan tidak tetap mulai kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya. Pemerintah pun tidak tinggal diam dan dengan sigap akan memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat golongan keluarga miskin. Namun, karena adanya kebijakan PSBB penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat sampai ke tangan masyarakat tanpa harus terjadi interaksi antar individu. Hal tersebut didasarkan untuk mengantisipasi penularan virus baik dari carier maupun orang yang masih sehat.

Pandemi tersebut juga berimbas pada perubahan sosial yang ada di masyarakat. Banyak orang yang mulai tergerak untuk lebih peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungan. Fenomena tersebut dapat kita amati secara langsung dengan banyaknya tempat-tempat umum yang menyediakan air dan sabun untuk mencuci tangan, serta dilakukannya penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan sekitar. Satu-satunya cara untuk menghilangkan virus covid-19 ini adalah dengan melakukan sterilisasi pada tempat tempat umum yang sering digunakan bersama. Sterilisasi dapat dilakukan dengan mengunakan cairan desinfektan serta menggunakan hand sanitizer untuk membunuh virus yang menempel pada tubuh maupun baju kita. Namun, sterilisasi pada tempat-tempat umum memerlukan banyak tenaga manusia, hal ini tentunya berbanding terbalik dengan larangan pemerintah untuk berkerumun agar rantai infeksi tidak menyebar.

Perlu adanya solusi dan inovasi untuk mengatasi permasalahan ini, misalnya menggunakan teknologi atau robot dalam membantu manusia. Contoh inovasi terbaru yang muncul pada saat pandemic ini seperti handsanitizer otomatis, bilik penyemprot disinfektan, drone penyemprot disinfektan, aplikasi penyebaran covid-19, dan masih banyak lagi. Harapannya teknologi terbaru tersebut dapat meringankan manusia dalam menangani pandemi covid-19 ini. Berbicara mengenai teknologi, di era sekarang ini sangatlah luas, tidak hanya melibatkan satu bidang saja tetapi juga melibatkan banyak bidang. Lantas apa peran teknologi untuk mengatasi pandemi covid-19 ini?

Peran teknologi di era new normal ini tidak hanya sebagai media penyebaran informasi tentang covid-19 saja tetapi juga memiliki peran serta manfaat yang berguna bagi kehidupan manusia. Inovasi dan penggunaan teknologi di era sekarang ini bisa dibilang meningkat secara signifikan dan makin meluas, kita yang hidup di era new normal sekarang ini di tuntut untuk menguasai teknologi tidak hanya bagi yang muda saja, tetapi juga bagi yang sudah berusia lanjut. Teknologi paling banyak digunakan dari bidang Pendidikan dan Kesehatan. Seperti munculnya fenomena work from home (WFH), belajar di rumah, seminar online atau webinar, konsultasi kesehatan online, dan masih banyak lagi mengenai fenomena-fenomena yang baru di era new normal ini.

Teknologi di era new normal tidak hanya dikembangkan di bidang Pendidikan saja, tetapi juga di bidang Kesehatan sebagai mitigasi yang membantu pelayanan masyarakat tentang covid-19. Di geografi kita mengenal tentang GIS (Geographic Information System) dengan adanya teknologi tersebut harapannya dapat membantu memetakan daerah yang terdampak oleh covid-19. Saat ini, peran BIG data dalam new era normal ini sangat berpengaruh dalam pandemic covid-19, data-data yang terkumpul dan selalu update setiap saat dapat memberikan informasi yang bagus jika data tersebut diolah dengan baik.

Diperlukan pula campur tangan dari pemerintah dalam peningkatan teknologi guna mengatasi pandemi covid-19 ini. Pada tanggal 13 April 2020 kemenristek/BRIN mengumumkan, mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari pegiat iptek, mahasiswa, pakar industri, dan masyarakat umum guna menyumbangkan ide atau gagasan nya dalam mitigasi bencana covid-19 yang bernama IDEAthon. Menurut Heri, selaku Direktur Kekayaan Intelektual kemenristek/BRIN, sejak ditemukan kasus Covid-19 di Indonesia pada awal Maret 2020, Menristek langsung mengajak publik untuk berpartisipasi dalam penanganan Covid-19. Menristek menjelaskan bahwa Ideathon dapat mengangani kebutuhan penanganan covid-19 serta menumbuhkan inovasi-inovasi baru yang dapat diimplementasikan dengan teknologi. Fokus topik permasalahan yang di usulkan mengenai pencegahan virus, pengendalian virus, dan mitigasi masyarakat yang dapat diimplementasikan menggunakan teknologi IoT (Internet Of Things) atau menggunakan teknologi lainnya.

Covid-19 yang memberikan dampak negatif juga memiliki hikmah tersendiri yang secara sadar ataupun tidak sadar sebenarnya kita mampu dalam mengikuti perkembangan industri 4.0 hanya saja perlu mendapatkan dorongan dari orng lain terlebih dahulu sebelum bertindak. Hikmah dari covid-19 menuntut semua masyarakat harus bisa menggunakan teknologi walaupun hanya sekedar video conference saja. Meskipun secara sosial kita tidak dapat bercengkerama secara langsung, akan tetapi berkat adanya perkembangan teknologi internet masyarakat tetap dapat menjalin hubungan jarak jauh melalui platform online media sosial seperti google meet ataupun zoom.

Kedua platform tersebut memberikan pengalaman komunikasi tatap muka secara tidak langsung, akan tetapi setidaknya cukup efisien apabila digunakan saat pandemi seperti ini. Tidak hanya untuk menjalin komunikasi sesama anggota keluarga saja, platform tersebut juga digunakan sebagai media pembelajaran online. Zoom dan google meet memiliki kapasitas peserta yang cukup banyak yaitu dapat menampung hingga 100 bahkan lebih pengguna dalam sekali waktu. Berbeda dengan video call whataApp yang hanya dapat digunakan maksimal 8 peserta saja. Bahkan, beberapa orang menggunakan platform tersebut untuk berdiskusi online serta rapat online tanpa harus keluar rumah untuk bertatap muka secara langsung.

Efek karena covid-19 tidak serta merta langsung hilang dalam jangka waktu satu sampai tiga tahun kedepan, mungkin bisa lebih dari itu. Karena efek tersebut orang-orang tidak perlu bekerja di kantor lagi, tidak terjebak macet pada jam kerja dan bahkan mungkin perusahaan merekrut karyawannya melalui online. Hal itu dapat menguntungkan kita jika ingin bekerja diluar negeri tanpa repot-repot mengurus visa atau passport, hanya memerlukan internet yang memadai dan skill mumpuni untuk menghadapi persaingan industri era new normal ini.

Selama pandemi covid-19 banyak masyarakat yang merasa bahwa koneksi atau jaringan internetnya harus cepat dan memadai. Tentu saja karena penggunaan internet membutuhkan jaringan yang bagus apalagi jika digunakan untuk video conference seperti zoom dan google meet harus memiliki sinyal yang stabil. Hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi perusahaan penyedia layanan jasa internet dan saling bersaing agar kita lebih merasa betah di rumah tatkala melakukan pekerjaan secara daring.

Masyarakat pun merasa suntuk dan membutuhkan hiburan seperti menonton film ataupun sekedar mendapatkan informasi terkini. Sejatinya banyak sekali hikmah covid bagi manusia, akan tetapi covid menimbulkan banyak mudharat nya ketimbang manfaatnya, semoga pandemi ini dapat segera berakhir tanpa harus memakan banyak korban jiwa. (*)