PEMIMPIN YANG TANGGUH

PEMIMPIN YANG TANGGUH
0 Komentar

oleh
Suparto, S.Pd. MM. ( Guru Geografi SMA Negeri 1 Way Lima Kabupatetn Pesawaran Lampung )

Istilah resiliensi pertama kali dikemukakan oleh Block, dengan sebutan ego resilience. diartikan sebagai kemampuan untuk menyesuaikan diri yang tinggi saat dihadapkan pada tekanan internal maupun eksternal (dalam Furqon, 2013). Definisi lain juga menyebutkan bahwa resiliensi adalah kemampuan manusia menghadapi kesulitan, kemunduran dan trauma, namun kemudian pulih dan mampu menjalani kehidupan sepenuhnya (kohlrieser dan Orlick, 2014). Jika reseliensi dimiliki seorang pemimpin adalah pemimpin yang mampu memperthankan energinya walau dibawa tekanan/ masa sulit, bahkan mampu mengelola perubahan dan konflik menjadi peluang untuk melesat lebih jauh (bouce forward) https://medium.com/@akhirulinsan/resilience-leadership-pemimpin-tangguh-di-tengah-masa-sulit-39502d30215).

Pemimpin yang resilien akan mendatangkan manfaat positif bagi tim dan organisasinya semakin resilien seorang pemimpin, maka semakin efektif kepemimpinan yang dilakukannya. Seorang pemimpin yang resilien, maka ia akan mampu mendorong kohesivitas dan interdependensi di dalam tim dan organisasinya, semua orang pasti setuju, jika keberhasilan sebuah tim diawali dengan pemimpin atau leader yang tangguh, itulah mengapa, seorang pemimpin yang memiliki keahlian dalam memimpin mampu membawa keberhasilan hanya saja, untuk membentuk keahlian kepemimpinan, menjadi pemimpin yang baik merupakan suatu hal yang tidak hanya berdasarkan kesuksesan seseorang dalam memimpin namun kepemimpinan yang baik adalah ketika seseorang mampu memimpin tanpa sekat dan memberikan dampak positif bagi yang dipimpin, sehingga mampu mencapai visi dan misi yang diinginkanya.

Baca Juga:Kursi Wakil Walikota Bandung Kosong, PKS KecewaAktivis 98 dari Universitas Padjajaran Menolak Keras Wacana Penundaan Pemilu 2024

Kepemimpinan yang baik adalah Pemimpin dengan kompetensi teknikal manajerial dianggap memiliki kekhususan dalam bentuk dorongan dan kecerdasan bawaan atau kelihaian berbasis pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang memunculkan kinerja sang pemimpin, kompeten enerjik, analitik, dan luar biasa produktif. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak hanya cerdas secara kognitif, namun juga cerdas secara emosional.

Pemimpin ideal mampu mengendalikan emosi dalam situasi segenting apa pun dan tetap tenang dalam menghadapi konflik yang terjadi. Kecerdasan emosional juga berperan penting dalam meningkatkan kesadaran sosial dan menjalin komunikasi yang efektif. Pemimpin yang cerdas secara emosi tidak akan mengambil keputusan dengan terburu-buru atau mementingkan ego pribadi, melainkan tetap mengedepankan rasionalitas dan perencana yang baik, organisatoris, dan pembuat keputusan dan dia akan mengambil peran, menentukan arahan yang jelas, mengidentifikasi prioritas strategis, menggerakkan kelambannan, mengesampingkan ketidakefektifan, dan memecahkan masalah yang sulit diperbaiki, karenanya, pemimpin tersebut dianggap dapat memberikan nilai yang positip kepada organisasi yang dipimpinnya.

0 Komentar