PUISI RINDU

Pernah

Kuberikan jatah airku supaya basah tenggorokanmu

Kuberikan jatah santapanku agar kenyang perutmu

Hingga kuterjang kerasnya hujan kala itu

Hingga gelegar kilat tak kuindahkan

Namun ternyata itu kurang

Namun ternyata itu hanya remeh

Kamu lebih memilih laki-laki berambut klimis itu

Kamu lebih tertarik dengan dasi kupu-kupu yang hinggap di dadanya itu

Maaf, mungkin aku yang salah karena terlalu

Maaf, jika yang menurutku terlalu ternyata kurang menurutmu

Maaf, malam ini aku kangen senyum manismu

 

Kopi Kothok

Malam ini kopi ini sedikit tak biasa

Terasa berbeda saat sruputan pertama

Terasa manis

Padahal yang aku pesan kopi kothok tanpa gula

 

Pantas saja terasa manis

Ternyata ada racun rindu disana

Tiba-tiba melayang ingatan kala bersua

Baiklah,tak apa, toh racun ini nikmat

Akan kuteguk hingga kering ampasnya

Malam

Malam ini bulan terlihat begitu terang

Seakan memberi isyarat

Gelap tak selalu berpuaka

Kerlip bintang turut mengiyakan

Awan malam memudar mempersilahkan

Sapaan rindu yang dibawa angin

Berbisik lembut pada telinga

Meresap ke relung hati

Terbayang kini wajah cantik

Yang dulu sempat jadi pengisi hati….