Sampoerna Jalin Kemitraan Dengan Petani Tembakau Melalui Program Sistem Produksi Terpadu

Sampoerna Jalin Kemitraan Dengan Petani Tembakau Melalui Program Sistem Produksi Terpadu
Presiden Direktur Sampoerna Vassilis Gkatzelis saat memaparkan program sistem produjsi terpadu
0 Komentar

Sementara itu, di sektor pengembangan UMKM, Sampoerna telah memiliki program Sampoerna Ritel Community (SRC) dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC). Adapun pemberdayaan UMKM telah menjadi prioritas bagi Sampoerna dalam menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Vassilis mengatakan bahwa melalui SRC, Sampoerna melatih para pemilik toko kelontong supaya mereka bisa bertahan dan berkompetisi lebih baik. Pelatihan tersebut meliputi penataan toko, pengelolaan keuangan, memberikan kapabilitas digitalisasi melalui penyediaan fasilitas ekosistem digital bagi peritel, hingga dilengkapi dengan layanan perbankan digital yang terkoneksi langsung dengan bank-bank terkemuka.

Para pemilik toko kelontong anggota SRC juga didorong turut mengembangkan UMKM di sekitarnya dengan cara menjual produk UMKM tersebut di Pojok Lokal toko SRC.

Baca Juga:Mantan PNS Nyaleg dari Golkar dan NasDem, KPU Verifikasi 810 Data BacalegWina Sariningsih: Kami Dukung Pengembangan Angklung Sejak Usia Dini

“Jadi hal inilah yang kita lakukan untuk mendorong UMKM di Indonesia. Hari ini anggota SRC ada sekitar 225.000 di berbagai provinsi. Jadi tidak hanya di kota besar, tapi sampai di berbagai wilayah di Indonesia,” ungkap Vassilis. Jumlah anggota SRC tersebut telah meningkat sekitar 65.000 anggota dibandingkan dengan tahun 2021 lalu.

Di samping itu, SETC, sambung Vassilis, memiliki pusat fasilitas pelatihan kewirausahaan seluas 27 hektar di Pasuruan, Jawa Timur. Ia mengatakan, ini merupakan wadah pelatihan bagi para UMKM di seluruh Indonesia. Para pelaku UMKM binaan SETC mendapatkan pelatihan kejuruan seperti membuat makanan, camilan, mengolah hasil pertanian, peternakan, dan lainnya.

“Kami telah melatih sekitar 67.000 orang. Awalnya yang dilatih memang hanya pelaku UMKM yang berada di sekitar pabrik kami di Pandaan (Pasuruan). Kini, para pelaku UMKM di seluruh Indonesia dapat turut belajar seputar kewirausahaan di SETC,” ujar Vassilis.(aef/hba)

Laman:

1 2
0 Komentar