“Direktorat Jasa TIK diberi amanat untuk meningkatkan nilai tambah terhadap kekayaan intelektual yang dimiliki para pegiat ekraf. Dalam bentuk fasilitasi terhadap badan usaha melalui kegiatan Business Forum Program SIAP tentu sudah dilakukan inkubasi berdasarkan _open bidding_ dan kurasi yang terus didorong supaya startup-startup ini diharapkan berkembang ke tahap akselerasi sehingga menjadi badan usaha yang lebih mandiri ke depan,” jelas Direktur Jasa TIK, Abdul Malik.
Patut diketahui, ada perwakilan 20 badan usaha dari Aceh, 75 badan usaha yang berdomisili di Provinsi Jawa Barat, dan perwakilan provinsi lain seperti Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Jawa Tengah dari 140 badan usaha yang hadir. Dengan mengusung tema “Investing in Digital Acceleration: Kolaborasi Menuju Ekonomi Berbasis Digital”, tentu forum ini juga ingin menyampaikan arah kebijakan digital dari pemerintah pusat dan daerah.
“Nilai investasi sektor ekraf menyumbang Rp 44 triliun di Jawa Barat. Ditambah 50,7 juta jiwa dari Jawa Barat siap menjadi pasar yang sangat besar sehingga bisnis apapun pasti menjanjikan. Tentu kami berharap pegiat-pegiat ekraf bisa terus melakukan inovasi produk sehingga kualitasnya mampu bersaing,” ungkap Budi Kurnia sebagai Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga:Sekjen ATR/BPN Ingin Rakernas 2025 Jadi Momentum Tata Ulang Fondasi Pelayanan yang Lebih BaikRakernas Kementerian ATR/BPN 2025, Wamen Hukum: Salah Satu Kunci Ciptakan Pemerintahan yang Bersih
Dalam Business Forum Program SIAP 2025, turut hadir juga Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Sabartua Tampubolon; Direktur Gim, Luat Sihombing; Direktur Arsitektur dan Desain, Sabar Norma Megawati Panjaitan; dan jajaran pimpinan bisnis, lembaga keuangan, venture capital, serta para pegiat ekraf lainnya.
