PASUNDANEKSPRES.CO – Gubernur Jawa Brat Dedi Mulyadi kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) tambang ilegal.
Kali ini, Dedi Mulyadi menyidak tambang ilegal yang berada di wilayah Kasomalang, Kabupaten Subang, Selasa (20/1/2026) tengah malam.
Pada saat sidak, Dedi Mulyadi mendapati truk muatan yang masih beroperasi di jalanan menuju salah satu pertambangan di wilayah Subang tersebut.
Baca Juga:Batam Dilanda Lonjakan Pengunjung dari Singapura dan MalaysiaBNPB Percepat Operasi Cuaca dan Penyediaan Perumahan Sementara di Sumatera
Padahal, Dedi Mulyadi mengungkap perusahaan yang dimasuki truk tronton itu tambang ilegal dan sudah ditutup, bahkan dipasang garis polisi.
Dedi menduga bahwa perusahaan tambang ilegal itu masih beroperasi.
Temuan ini membuat Gubernur Jabar yang akrab disapa KDM itu langsung turun tangan meski sudah tengah malam.
Dalam video yang dibagikan di Youtube pribadinya, Dedi Mulyadi langsung menegur sejumlah pekerja di penambangan berinisial PT A.B tersebut.
Diketahui perusahaan tersebut merupakan penambangan ilegal dan pengolahan batu menggunakan mesin pemecah batu (stone crusher) berlokasi di Kasomalang, Subang.
Seorang pekerja mengaku bahwa material hasil produksi perusahaan tambang itu diangkut ke wilayah Cikarang dan Bekasi.
Lalu, Dedi menegur sekuriti yang masih berjaga untuk mempertanyakan alasan masih beroperasi.
“Kan sudah di-police line, kenapa masih produksi?,” tanya Dedi Mulyadi tegas.
Baca Juga:Banjir Rendam 12 Kecamatan di Karawang, Sebanyak 2.413 Warga Terpaksa MengungsiAnthony Ginting Luncurkan Cedera Comeback di Indonesia Masters 2026
Kemudian sekuriti perusahaan tambang ilegal itu menjawab bahwa hal itu urusan manajemen.
“Siap, itu urusan manajemen pak,” jawab sekuriti.
Lalu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pengoperasian kembali tambang ilegal tersebut bakal dipidanakan.
“Gak bukan urusan manajemen, besok saya pidana nih,” tegas Dedi Mulyadi.
RENDIKA MARFIANSYAH.
