Pencarian Korban Longsor Cisarua Masih Berlanjut

pencarian korban longsor Cisarua
Proses pencarian korban longsor Cisarua masih terus berlanjut/Ijang
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Proses pencarian korban longsor di wilayah Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat masih menghadapi kendala.

Salah satunya ialah sulitnya alat berat masuk dikarenakan kondisi tanah yang lembek.

Kepala Badan Nasional Percarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syafi’i mengatakan, operasi SAR dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangankan kondisi di lapangan untuk memastikan keselamatan personil.

Baca Juga:Lantik JPT Pratama Kementerian ATR/BPN, Menteri Nusron: Tour of Duty untuk Cegah Moral HazardKesbangpol Subang Alokasikan Hibah Ormas Mandatori Tahun 2026 320 Juta, Fokus Kerukunan dan Pembangunan Daerah

“Alat berat belum bisa masuk karena kondisi longsoran ini masih tanah lembek berpasir sehingga operasi SAR bertahap di koordinir oleh SAR Bandung,” kata Syafi’i di posko pasirlangu minggu(25/1/2026)

Syafi’i menjelaskan operasi SAR ini merupakan operasi gabungan yang melibatkan berbagai kementrian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri di wilayah Jawa Barat.

“Saya sampaikan operasi SAR ini adalah badan SAR Nasioanal dibantu seluruh Kementrian lembaga khusunya TNI Polri di Jabar,” jelasnya

Berdasarkan asesmen awal area longsoran dibagi menjadi beberapa sektor mulai dari titik mahkota longsor hingga lidah longsoran.

Saat ini 250 personel terlatih dikerahkan langsung dalam operasi SAR, dengan total personel gabungan termasuk unsur pendukung mencapai sekitar 450 orang.

“Sekarang yang tergabung operasi 250 orang terlatih. Kemudian dalam gabungan operasi termasuk pendukung ada 450 terdata,” ujarnya

Dari sisi sarana dan prasana operasi SAR melibatkan unsur udara dan darat. Sebanyak 12 drone dikerahkan untuk pemantauan udara dan darat.

Baca Juga:Warga Pakandangan Dukung H. Carnaka Untuk Kembali Memimpin Desa CigugurOm Zein Pastikan Percepatan Penyelesaian RTRW Selaras Kebijakan Nasional

“Untuk penggunaan sarana dan prasana,, operasi SAR ini ada dua unsur udara dan darat melibatkan drone yang terdata ada 12 drone, darat melibatkan unsur personel dan alata berat sudah tergelar,” tuturnya

Namun penggunaan alat berat belum maksimal dan masih sangat terbatas akibat kondisi tanag yang belum stabil.

Selain itu, unsur pengamanan dan kordinator lapangan terus bekerja secara optimal mengingat adanya korban yang masih belum ditemukan.

“Unsur yang terlibat dilapangan mulai dari kordinator sampai unsur pengamanan akan bekerja optimal agar menemukan seluruh korban di mana informasinya ada sekitar 80 orang,” ungkapnya

Untuk mempercepat pencarian, tim SAR juga akan mengerahkan anjing pelacak (K9) dari TNI Polri. Upaya modifikasi cuaca pun telah dilakukan dengan berkordinasi dengan pemerintah pusat melalui BNPB.

0 Komentar