Salurkan Bantuan, Atalia Turun Langsung ke Lokasi Longsor Bandung Barat

longsor bandung barat
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Golkar, Atalia Praratya.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Golkar, Atalia Praratya, meninjau langsung lokasi bencana longsor sekaligus posko darurat di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Senin (26/1/2026).

Dalam kunjungannya, Atalia didampingi Sonya Fatmala, istri mantan Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan. Keduanya pimpinan Jabar Bergerak tersebut menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi ratusan warga terdampak longsor yang hingga kini masih mengungsi.

Atalia mengatakan, kejadian longsor di Bandung Barat menandakan bahwa kondisi tofografi di beberapa wilayah di jawa barat sangat riskan terhadap bencana.

Baca Juga:Pencarian Korban Longsor Cisarua Masih BerlanjutLantik JPT Pratama Kementerian ATR/BPN, Menteri Nusron: Tour of Duty untuk Cegah Moral Hazard

“Dengan kondisi tofografi di wilayah jawa barat ini sangat riskan terjadinya bencana terutama bencana longsor dan juga banjir,” ucap Atalia di lokasi longsor Desa Pasirlangu senin (26/1/2026)

Ia sangat mengapresiasi segenap elemen pemerintah yang langsung bergerak cepat turun ke lokasi bencana.

“Saya sangat mengapresiasi kepada berbagai elemen mulai dari BNPB, TNI, POLRI dan Dinas Sosial yang sudah turun langsung dalam proses pencarian korban dan memberikan bantuan bagi korban terdampak,” ungkapnya.

Dalam Kesempatan inipun Atalia turut menemui langsung sejumlah keluarga korban yang masih berada dalam kondisi trauma berat. Salah satu kisah paling menyentuh datang dari seorang ibu yang kehilangan hampir seluruh anggota keluarganya.

“Saya bertemu dengan seorang ibu yang sekarang sendirian. Dari total 16 anggota keluarganya, baru dua orang yang ditemukan. Sebanyak 14 orang hingga saat ini masih belum ditemukan,” ujar Atalia saat berada di posko darurat bencana.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut diperparah oleh fakta bahwa sebagian besar warga di wilayah terdampak masih memiliki hubungan keluarga dekat. Dalam satu rumah, bisa dihuni oleh beberapa kepala keluarga, sementara anggota keluarga lainnya tersebar di RT berbeda.

“Masyarakat di sini itu berhimpun, ternyata satu keluarga besar. Jadi ketika terjadi longsor, dampaknya sangat luas bagi satu garis keluarga,” ucapnya.

0 Komentar