Dedi Mulyadi Utus Tim Khusus Selamatkan 13 Warga Jabar yang Disekap di Tempat Hiburan Malam NTT

Dedi Mulyadi Utus Tim Khusus Selamatkan 13 Warga Jabar yang Disekap di Tempat Hiburan Malam NTT.
MAPOLRES SIKKA - Penanganan dugaan TPPO 13 warga Jabar sepenuhnya berada di bawah kewenangan Polres Sikka, NTT. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) bentuk tim khusus dan siap terbang ke NTT jemput 13 perempuan Jabar korban TPPO. Simak misi penyelamatannya.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bergerak cepat merespons kasus memilukan yang menimpa 13 perempuan asal Jawa Barat di Nusa Tenggara Timur (NTT).

KDM resmi membentuk tim khusus untuk memulangkan para korban yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan dipekerjakan secara paksa di tempat hiburan malam di Kabupaten Sikka.

Tak sekadar instruksi, Gubernur Dedi Mulyadi dikabarkan akan terbang langsung ke NTT untuk menjemput para korban demi memastikan mereka kembali ke pelukan keluarga dengan selamat.

Misi Penyelamatan Trauma: KDM Terjun Langsung

Baca Juga:Prabowo: Kami Ingin Amerika Serikat Jadi Mitra Strategis Jangka PanjangPeredaran Mi Berformalin dan Boraks di Garut Dibongkar, Beredar di Wilayah Cilawu sejak Juli 2025

Ketua Tim Hukum Jabar Istimewa, Jutek Bongso, menegaskan bahwa arahan Gubernur sangat jelas: prioritaskan keselamatan dan kondisi psikologis korban.

“Pak Gubernur sangat concern. Beliau tidak ingin mereka menjadi korban dua kali. Mereka sudah mengalami dugaan kekerasan seksual dan TPPO, kondisi psikis mereka trauma. KDM langsung yang akan menjemput untuk membawa mereka pulang,” ujar Jutek, Kamis (19/2/2026).

Langkah jemput bola ini diambil karena proses hukum di Polres Sikka yang sudah berjalan satu bulan diprediksi akan memakan waktu lama.

KDM tidak ingin para korban yang mayoritas tulang punggung keluarga ini terkatung-katung di penampungan tanpa kepastian.

Tim Khusus Lintas Sektoral

Untuk memuluskan misi pemulangan ini, KDM membentuk tim kolaborasi yang terdiri dari:

  • Tim Hukum Jabar Istimewa (Advokat)
  • DP3AKB Jawa Barat (Perlindungan Perempuan & Anak)

Biro Hukum dan HAM Setda Jabar

Jutek menambahkan, tim saat ini tengah menelusuri dugaan adanya warga Jabar lain yang belum teridentifikasi di lokasi tersebut.

Baca Juga:Derita Warga Anggaraksan Pangandaran, Dusunnya Terendam Banjir, Sulit Air Bersih karena Sumur KeruhLibur Panjang Imlek 2026, JTTS Kelolaan Hutama Karya Catat Trafik Lebih Dari 670 Ribu Kendaraan

“Dari 13 orang, satu orang terdeteksi sudah tidak di penampungan. Kami terus telusuri kemungkinan korban lainnya,” katanya.

Hukum Tetap Berjalan, Korban Diselamatkan

Meski fokus pada pemulangan, Pemprov Jabar memastikan tidak akan mengintervensi proses hukum yang sedang ditangani Polda NTT.

Koordinasi intensif telah dilakukan dengan Mabes Polri hingga Polres Sikka.

“Kami pastikan proses hukum tetap berjalan beriringan. Korban bisa diselamatkan secepatnya untuk pemulihan trauma, dan penegakan hukum terhadap pelaku tetap lanjut,” tegas Jutek.

Saat ini, kondisi para korban dilaporkan mulai membaik secara mental setelah KDM menghubungi mereka langsung melalui video call untuk memberikan penguatan sebelum proses penjemputan dilakukan.

0 Komentar