Dedi Mulyadi Menangis Merasa Gagal Jadi Gubernur Soroti Kasus TPPO dan Masalah Sosial di Jabar

Dedi Mulyadi Menangis Merasa Gagal Jadi Gubernur Soroti Kasus TPPO dan Masalah Sosial di Jabar.
DEDI MULYADI EMOSIONAL: Tangkapan layar momen Dedi Mulyadi emosional dan menangis saat membahas kasus Tindak Pidanan Perdagangan Orang (TPPO) dan masalah sosial di Jawa Barat, ngaku merasa gagal menjadi Gubernur.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi emosional saat membahas kasus Tindak Pidanan Perdagangan Orang (TPPO) di Jawa Barat yang belakangan jadi sorotan.

Setelah menangani kasus 13 perempuan asal Jawa Barat jadi korban TPPO di Maumere, NTT, baru-baru ini, Dedi Mulyadi juga dimintai bantuan oleh WNI yang jadi korban TPPO di China dengan modus pengantin pesanan.

Mengenai kasus TPPO tersebut, Dedi Mulyadi mengaku sedih hingga banyak menangis.

Baca Juga:Keluarga Ungkap Kondisi Terakhir Try Sutrisno sebelum Meninggal Dunia, Sempat Drop dan Tidak Mau MakanWapres Ke-6 Try Sutrisno Wafat, Istana Ajak Generasi Muda Teladani Pengabdian Beliau

Hal ini disampaikan Dedi Mulyadi saat Safari Ramadhan dan Tarling di Lapangan Mandala Giri, Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (28/2/2026) malam.

“Hari ini saya tidak ke mana-mana, hari ini air mata saya banyak jatuh (menangis),” ucap Dedi Mulyadi, dikutip dari tayangan Lembur Pakuan, Senin (2/3/2026).

Dedi Mulyadi mengaku menangis karena melihat sosok di media sosial yang dilihatnya seolah tak berhenti.

Gubernur Jabar itu pun menggambarkan sosok tersebut memiliki wajah cerah, membawa kedamaian dan dinilai hidupnya penuh dengan keyakinan tanpa rasa takut apapun, ucapannya pelan tapi menghujam.

Namun, Dedi Mulyadi tak menjelaskan sosok yang dimaksud, ia menyebut sosok tersebut memiliki penuh keyakinan hanya untuk Allah SWT serta Rasulullah SAW.

Lantas, Dedi Mulyadi mengaku bermuhasabah, membandingkan dirinya dengan sosok tokoh tersebut.

Ia merasa tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sosok tersebut.

Hal itu pun lantas membuatnya merasa gagal menjadi seorang pemimpin.


“Saya merasa jadi pemimpin, kok aku ini gak ada apa-apanya di banding dia, saya nangis dari tadi, gak ke mana-mana hanya mengurung diri, kok aku ini gak ada apa-apanya di banding dia, dia hebat sekali ya, tidak ada rasa takut, hidupnya ada satu untuk Allah dan Rasulullah, luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga:Viral Perempuan yang Kerap Tak Mau Bayar Makan, Kini Ditangkap Satpol PPKronologi Kecelakaan Beruntun 4 Mobil di Buahbatu Bandung, Satu Pengemudi Diduga Microsleep

Lantas, Dedi Mulyadi menjelaskan alasan dirinya menangis karena merasa kufur nikmat.

Di balik kondisinya yang serba berkecukupan, di sisi lain dirinya banyak menemui kesengsaraan dialami warganya.

Ia mengaku merasa sangat sedih saat membandingkan kehidupan anaknya yang manja dengan nasib anak-anak perempuan Jawa Barat korban TPPO di Jawa Barat yang disiksa dan kelaparan hingga meninggalkan utang sehingga minta dijemput.

0 Komentar