Dedi Mulyadi menegaskan bahwa jika warga sampai menjual diri karena lapar, maka itu adalah kesalahan pemimpinnya yang terlalu banyak menggunakan uang negara bukan untuk perut rakyat.
“Saya selalu berpikir kalau di Jawa Barat masih banyak orang nakal karena laparnya menjual diri, itu Gubernurnya belum bisa memberikan makan yag kenyang bagi rakyat,” ujarnya.
Dedi mengatakan bahwa sisi lain di balik banyaknya kasus TPPO itu bukan salah para korban melainkan juga kesalahan pemimpin.
Baca Juga:Keluarga Ungkap Kondisi Terakhir Try Sutrisno sebelum Meninggal Dunia, Sempat Drop dan Tidak Mau MakanWapres Ke-6 Try Sutrisno Wafat, Istana Ajak Generasi Muda Teladani Pengabdian Beliau
Lalu, Dedi Mulyadi menyampaikan pesan moral, ia mengajak para pecinta Rasulullah untuk menunjukkan kecintaan melalui perilaku nyata, seperti menyayangi anak yatim, tidak sombong, dan rela menunda makanan demi orang yang merintih kelaparan.
Pembahasan tersebut dilanjutkan dengan menyanyikan karya lagunya tentang kerinduannya pada Rasulullah di tengah dunia yang dikepung angkara.
Saat lagu tersebut dinyanyikan, tampak Dedi Mulyadi menangis. Sesekali ia menyeka air matanya yang perlahan membasahi pipinya.
Soroti Masalah Sosial Peran Orang Tua dan Pendidikan Anak
Lebih lanjut, Gubernur Jawa Barat itu juga menyoroti masalah sosial di Jawa Barat. Ia menekankan bahwa infrastruktur yang mulus tidak akan berarti tanpa moralitas anak-anak yang dididik oleh orang tuanya.
Dedi Mulyadi mengingatkan agar orang tua harus tegas dan tidak membela anak yang berbuat salah di sekolah atau saat berkelahi.
Menurutnya, lebih baik anak menangis karena tidak dibelikan barang mewah daripada orang tua menderita utang demi gaya hidup anak.
Karena hal itu, Dedi Mulyadi menekankan bahwa pendidikan dan masa depan anak adalah prioritas utama yang patut diperjuangkan, bahkan jika harus berutang sekalipun.
Demi mensukseskan anak-anak, ibu-ibu diminta untuk rajin berpuasa dan berdoa.
Baca Juga:Viral Perempuan yang Kerap Tak Mau Bayar Makan, Kini Ditangkap Satpol PPKronologi Kecelakaan Beruntun 4 Mobil di Buahbatu Bandung, Satu Pengemudi Diduga Microsleep
Dedi Mulaydi pun menceritakan kisah ibunya yang buta huruf namun mampu membesarkan sembilan anak hingga sukses dengan gaji pensiun yang kecil karena kerelaannya untuk lapar demi anak-anaknya.
Dari kisah ibunya, sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi menerapkan prinsip pemimpin pun harus mau “puasa” dan mengurangi biaya hidup serta perjalanan dinas agar anggarannya bisa dialihkan untuk kepentingan rakyat, seperti membangun sekolah dan memperbaiki jalan.
