PASUNDANEKSPRES.CO – Ada momen menarik saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menemui korban bencana banjir di Sukahurip, Ciamis.
Saat dialog dengan warga, Dedi Mulyadi memberikan pesan menohok dan menyentil warga yang sering minta bantuan.
Dalam momen tersebut, sebelumnya terjadi dialog emosional antara warga yang merasa layak menerima bantuan.
Baca Juga:100 Personel Gabungan Pelototi Tanah Abang, Cegah PKL Kembali Berjualan di Trotoar Usai DitertibkanTelkomsel Siapkan 43 Posko Siaga untuk Jamin Layanan Lancar Saat Ramadan & Lebaran 2026
Lantas, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kan kita memberikan bantuan itu kepada warga yang betul-betul membutuhkan,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari tayangan Youtube-nya, Kamis (26/2/2026).
Dedi menjelaskan penerima bantuan itu harus yang masuk kategori miskin dan kehilangan mata pencaharian atau akses pendidikan akibat banjir.
Gubernur Jawa Barat itu menegaskan soal kriteria penerima bantuan dan pentingnya skala prioritas bagi warga paling tidak mampu.
“Kalau yang masih mapan, masih mampu, jangan lah mengkondisikan diri menjadi miskin ya,” imbuhnya.
Dari data penerima bantuan, terungkap bahwa terdapat 250 KK yang diajukan oleh Bupati Ciamis, awalnya hanya 170 KK yang memenuhi syarat verifikasi.
Namun, untuk menghindari perselisihan, Dedi Mulyadi mengambil kebijakan untuk memenuhi seluruh 250 KK tersebut, termasuk sisa 80 KK yang akan diproses dalam waktu dekat.
Baca Juga:Dokumen Dimanipulasi, 14 Warga Sukabumi Gagal Berangkat UmrahArsenal Siapkan Rp995 Miliar Hugo Larsson, Tawaran Rp2 Triliun Julian Alvarez Ditolak Atletico
Meski sudah menjelaskan secara data, tampak warga khususnya ibu-ibu terus berbicara dan mengeluh tak kebagian bantuan tersebut.
Untuk meredam, Dedi Mulyadi menyentil warga yang sering ngotot soal penerimaan bantuan.
“Kalau giliran bantuan semua orang kan ngotot, tapi giliran kerja bakti semua orang mundur,” ujar Dedi Mulyadi menyindir.
Tak sampai di sana, di tengah kerumunan itu warga seolah tak henti mengadu hingga ada warga yang menangis-nangis meminta bantuan Dedi Mulyadi.
Warga tersebut meminta bantuan biaya sekolah anaknya, dan menyebut Dedi Mulyadi orang yang selalu bantu.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung tegas menyentil dan memberikan pesan menohok kepada warga yang sering meminta-minta bantuan.
Dedi menegaskan bahwa dirinya memang sering membantu namun ia tak suka diminta.
“Dengerin, Pak Dedi ini orang yang suka membantu, tapi Pak Dedi ini orang yang tidak suka diminta,” ujar Dedi Mulyadi.
