Dedi Mulyadi Sentil Warga yang Sering Minta Bantuan, Beri Pesan Menohok

Dedi Mulyadi Sentil Warga yang Sering Minta Bantuan, Beri Pesan Menohok
PESAN DEDI MULYADI: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat diwawancarai di Pusdai, Kota Bandung, Kamis (7/8/2025). - Saat menemui korban bencana banjir di Sukahurip, Ciamis, Dedi Mulyadi berikan pesan menohok dan menyentil warga yang sering minta bantuan.
0 Komentar

Dedi pun menjelaskan seandainya ia terus melayani orang yang meminta-minta, maka dirinya akan sibuk mengurus orang-orang tersebut.

“Jadi Pak Dedi senang membantu orang yang tak meminta,” tegasnya.

Kemudian Dedi memberikan pesan menohok bahwa tangisan tidak akan melahirkan bantuan.

Baca Juga:100 Personel Gabungan Pelototi Tanah Abang, Cegah PKL Kembali Berjualan di Trotoar Usai DitertibkanTelkomsel Siapkan 43 Posko Siaga untuk Jamin Layanan Lancar Saat Ramadan & Lebaran 2026

Dedi juga berpesan kepada warga Jawa Barat bahwa bantuan tidak akan memperkaya, tapi kekayaan hanya bisa diraih melalui kerja keras.

Gubernur Jabar itu juga berpesan agar tidak iri ketika orang yang lain mendapat bantuan.

Tantangan Dedi Mulyadi Membangun Pola Perilaku Masyarakat

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat menyinggung soal tantangannya membangun pola perilaku masyarakat di Jawa Barat.

Hal ini disampaikan Dedi Mulyadi saat menyoroti maraknya pencurian motor di Jawa Barat dalam kegiatan pengembalian barang bukti motor di Mapolda Jawa Barat, Rabu (18/2/2026).

Dedi Mulyadi menyinggung soal eksistensi kejahatan bagian dari pola perilaku masyarakat yang jadi tantangan baginya.

Dedi menjelaskan setahun dirinya memimpin Jawa Barat, baginya membangun infrastruktur jalan, sekolah dan fasilitas publik lebih mudah.

Namun, baginya hal yang tersulit adalah mengubah dan membangun pola perilaku masyarakat, khususnya Jawa Barat.

Baca Juga:Dokumen Dimanipulasi, 14 Warga Sukabumi Gagal Berangkat UmrahArsenal Siapkan Rp995 Miliar Hugo Larsson, Tawaran Rp2 Triliun Julian Alvarez Ditolak Atletico

“Saya sebagai Gubernur, kalau hanya membangun infrastruktur daerah, membangun jalan, sekolah, aliran air irigasi, bagi saya itu mudah asal ada uangnya. Tetapi berulang-ulang yang terberat di Jawa Barat itu adalah berubah perilaku hidup masyarakat,” papar Dedi Mulyadi.

Kemudian, Dedi menjelaskan karakteristik masyarakat Jawa Barat yang sangat terbuka.

Seperti mudah menerima informasi, menelannya dan mudah bereaksi.

Hal tersebut menurut Dedi membuat masyarakat Jawa Barat seolah tampak tak memiliki ideologi kuat seperti di daerah lain.

Kemudian Dedi juga menilai masyarakat Jawa Barat yang punya tingkat hedonisme (gaya hidup) tinggi.

“Jadi ini semua berimplikasi terhadap perilaku sosial,” ujar Dedi Mulyadi.

Lantas Dedi mengatakan perilaku sosial masyarakat itu juga perlu menjadi perhatian kepala daerahnya.

Jika tidak ada upaya pembatasan terhadap perilaku sosial yang menimbulkan kerugian bagi orang lain, ia khawatir masyarakat Jawa Barat kebablasan.

0 Komentar