“Duite kan gedhe… Opo duite Mbahmu…!?” (Kan butuh biaya besar, memangnya uang nenekmu?)” ujarnya menirukan ucapan pegawai Mitra itu.
Karena itu, tak hanya sekadar memerintakan Para Korwil untuk mencatat, Nanik juga berpesan kepada para Kepala SPPG untuk menjelaskannya kepada para Mitra.
“Beritahu Mitra kalian masing-masing, untuk menyediakan ruang istirahat yang layak untuk Kepala SPPG, Pengawas Gizi dan Pengawas Keuangan. Sebab, kalian wajib memonitor dapur MBG setiap malam. Kalau mereka tidak segera menyediakan ruang istirahat, Ibu Waka akan men-suspend SPPG mereka!” ujarnya dengan tegas.
Baca Juga:MotoGP Thailand 2026 Siap Digelar Pekan Ini, Cek Jadwal Balap dan Siaran Langsungnya!Kronologi dan Motif Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Kapak, Diduga Cinta Ditolak
Tak hanya soal ketersediaan ruang istirahat, Nanik kemudian juga menanyakan tentang ketersediaan peralatan dapur di masing-masing SPPG.
“Apakah ada di antara kalian yang peralatannya tidak standar? Apakah ada Mitra yang menyediakan freezer bekas, chiller bekas?” tanyanya di atas panggung.
Seorang Kepala SPPG dari Karanganyar menjelaskan bahwa di SPPG-nya, peralatan masih banyak yang belum standar.
“Di SPPG kami mejanya masih belum memakai meja Stainless Steel, Bu…,” ujarnya.
“Di SPPG kami, Mitra hanya menyediakan freezer dan chiller bekas. Kami sudah minta untuk dibelikan yang baru, tapi masih belum juga dibelikan sampai sekarang,” kata Kepala SPPG dari Surakarta.
Nanik kemudian kembali memerintahkan kepada para Korwil untuk mencatat semua SPPG yang peralatannya tidak standar dan bahkan memakai peralatan bekas.
“Coba Kepala SPPG berdiri lagi. Korwil, catat semuanya. Para Korwil ini juga harus rajin keliling ke SPPG-SPPG untuk memantau dapur-dapur apakah sudah sesuai SOP dan Juknis. Jangan cuma ngurusin titik calon dapur doang!” ujarnya.
Baca Juga:Kampus UIN Suska Riau Berdarah, Mahasiswi Dibacok Mahasiswa Berawal karena Dighosting Soal CintaBengkulu Jadi Provinsi Percontohan PRKBI, Percepat Transformasi Rendah Karbon di Daerah
Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG itu kemudian menegaskan lagi kepada para Kepala SPPG untuk menyampaikan kepada Mitra, bahwa Mitra wajib menyediakan peralatan yang standar, dan baru.
“Enak saja! Mereka sudah dapat fasilitas 6 juta per hari, masa pakai peralatan bekas. Bilang sama Mitra, kalau peralatan masih tidak standar, dan bahkan barang bekas, saya suspend! Siapapun mereka,” ujarnya.
