Sosok Natalius Pigai Menteri Prabowo yang Viral Paham HAM Sejak Usia 5 Tahun hingga Tantangan Uceng

Sosok Natalius Pigai Menteri Prabowo yang Viral Paham HAM Sejak Usia 5 Tahun hingga Tantangan Uceng.
Postingan berbalas cuitan terjadi antara Menteri HAM Natalius Pigai dan juga Pakar Hukum Tata Negara Prof Zainal Arifin Mochtar.--Instagram.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Sosok Natalius Pigai mengemuka di perbincangan panas media sosial. Ia menjadi salah satu figur kontroversial di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.

Dilantik sebagai Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) pada 21 Oktober 2024, Pigai dikenal sebagai aktivis vokal asal Papua yang kini memimpin kementerian sensitif.

Namun, pernyataannya yang viral baru-baru ini yaitu mengaku sudah paham HAM sejak usia 5 tahun, membuat namanya disorot publik atau kembali ramai dibicarakan.

Baca Juga:MotoGP Thailand 2026 Siap Digelar Pekan Ini, Cek Jadwal Balap dan Siaran Langsungnya!Kronologi dan Motif Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Kapak, Diduga Cinta Ditolak

Natalius Pigai lahir di Enarotali, Paniai, Papua Tengah, pada 25 Desember 1975. Ia berasal dari keluarga sederhana dan tumbuh di tengah isu-isu sosial Papua yang kompleks.

Pigai memulai karier dari bawah. Ia pernah menjadi honorer, CPNS, staf, hingga menduduki jabatan struktural di kementerian tenaga kerja.

Pendidikannya dimulai dari SMA Negeri 1 Wamena (lulus 1994), lalu meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.I.P.) dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta pada 1999.

Ia juga mengikuti kursus statistik di Universitas Indonesia dan pendidikan kepemimpinan di Lembaga Administrasi Negara (2010-2011).

Sejak muda, Pigai aktif di organisasi seperti PRD, PMKRI, WALHI, KontraS, Rumah Perubahan, dan Petisi 28. Pada 1998-2000, ia menjabat ketua Studi Renaissance Institute yang fokus pada pengembangan budaya Papua.

Dari 1999-2002, ia bekerja di Yayasan Sejati yang memperjuangkan hak masyarakat marginal di Papua, Dayak, Sasak, dan Aceh. Pigai juga pernah menjadi staf khusus Menteri Tenaga Kerja (1999-2004) dan tim asistensi Dirjen Kesbangpol (2006-2008).

Puncak karier aktivismenya adalah menjadi Komisioner Komnas HAM periode 2012-2017, satu-satunya perwakilan dari Papua.

Baca Juga:Kampus UIN Suska Riau Berdarah, Mahasiswi Dibacok Mahasiswa Berawal karena Dighosting Soal CintaBengkulu Jadi Provinsi Percontohan PRKBI, Percepat Transformasi Rendah Karbon di Daerah

Ia dikenal kritis terhadap pelanggaran HAM, terutama di Papua, dan sempat menjadi bagian Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024.

Viral Paham HAM Sejak Usia 5 Tahun

Pada Rapat Koordinasi Strategi Penguatan HAM dan Desa Sadar HAM 2026 di Kementerian HAM, Jakarta (24/2/2026), Pigai menyatakan:

“Saya itu sudah menteri, perjalanan saya dari umur 5 tahun soal HAM saya sudah paham. Semua yang saya ucapkan adalah HAM. Tidak mungkin saya salah, karena saya terkontrol.”

Ia menambahkan memiliki sertifikasi peneliti hingga penyelidik HAM, serta kemampuan metodologi dan statistik yang kuat, sehingga yakin tidak pernah keliru.

0 Komentar