Pernyataan ini langsung viral di media sosial, memicu reaksi beragam. Dari dukungan karena latar aktivisnya hingga kritik yang menyebutnya berlebihan atau “sok tahu”, mengingat usia 5 tahun biasanya masih tahap belajar dasar.
Pigai menekankan pernyataan itu sebagai bentuk keyakinan atas pengalaman panjangnya dalam memperjuangkan HAM, terutama di Papua.
Jawab Tantangan Uceng dan Siap Debat di TV
Kontroversi berlanjut ketika pakar hukum tata negara Prof. Zainal Arifin Mochtar (Uceng) menyindir pernyataan Pigai di media sosial.
Baca Juga:MotoGP Thailand 2026 Siap Digelar Pekan Ini, Cek Jadwal Balap dan Siaran Langsungnya!Kronologi dan Motif Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Kapak, Diduga Cinta Ditolak
Uceng memposting “Pigai: Dari Umur 5 Tahun Sudah Paham HAM, Tidak Mungkin Saya Salah” dengan nada sindiran, lalu menantang debat.
Pigai langsung membalas. “Rupanya Anda hanya guru yang dibesar-besarkan.” Namun, ia kemudian menyatakan setuju debat terbuka soal HAM di TV nasional dan live.
“Saya benar-benar mau ajari Anda soal HAM agar paham!” tulis Pigai di akun X-nya.
Uceng merespons dengan nada santai, mengaku siap belajar dari Pigai dan meminta ia yang mengatur stasiun TV.
Debat ini belum terealisasi hingga kini, tapi semakin memanaskan diskusi publik soal kredibilitas klaim Pigai.
RENDIKA MARFIANSYAH.
