Umrah dan Haji hingga Sektor Otomotif Jabar Terancam Terhambat Akibat Ketegangan Geopolitik IRAN-AS

Umrah dan Haji hingga Sektor Otomotif Jabar Terancam Terhambat Akibat Ketegangan Geopolitik IRAN-AS.
PABRIK SUBANG - Peresmian pabrik kendaraan listrik VinFast di Subang, Jawa Barat, Senin (15/12/2025). Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas), Acuviarta Kartabi, menilai Jawa Barat berpotensi terdampak konflik AS-Iran, terutama dari sisi ekspor dan stabilitas nilai tukar.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.C0 – Ketegangan geopolitik global memunculkan kekhawatiran terhadap kinerja neraca perdagangan Indonesia. Jawa Barat, yang berkontribusi besar pada ekspor manufaktur, diperkirakan turut merasakan dampaknya jika konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berlarut.

Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas), Acuviarta Kartabi, menilai Jawa Barat berpotensi terdampak, terutama dari sisi ekspor dan stabilitas nilai tukar. Menurutnya, meski dampak langsung perdagangan dengan Iran tidak terlalu besar secara nasional, efek berantai tetap perlu diwaspadai.

“Kalau kita lihat dampak langsung dari perdagangan, ekspor Indonesia ke Iran itu kurang lebih 249 juta dolar tahun lalu. Dan perdagangan Indonesia dengan Iran menyumbang surplus sekitar 240 juta dolar lebih,” ujar Acuviarta, Minggu (1/3/2026).

Baca Juga:Keluarga Ungkap Kondisi Terakhir Try Sutrisno sebelum Meninggal Dunia, Sempat Drop dan Tidak Mau MakanWapres Ke-6 Try Sutrisno Wafat, Istana Ajak Generasi Muda Teladani Pengabdian Beliau

Ekspor tersebut di antaranya kendaraan bermotor, buah-buahan, hingga minyak nabati. Komoditas kendaraan dan produk turunannya tidak lepas dari kontribusi kawasan industri di Jawa Barat.

“Ekspor kita ke sana di antaranya kendaraan bermotor, kemudian buah-buahan, termasuk minyak nabati. Jadi saya kira pasti akan ada gangguan terhadap ekspor kita ke sana,” katanya.

Menurut Acuviarta, eskalasi tidak hanya berdampak pada Iran. Aksi balasan yang menyasar kawasan Jazirah Arab seperti Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab berpotensi mengganggu lalu lintas perdagangan serta jasa.

“Kalau ini terus berlarut-larut, potensi ancaman gangguan terhadap umrah bahkan haji juga ada. Ini dampak eskalasinya bisa sangat besar,” tuturnya.

Bagi Jawa Barat yang memiliki basis industri ekspor dan pelaku usaha perjalanan umrah-haji cukup banyak, gangguan jalur penerbangan dan distribusi bisa menjadi tekanan tambahan. Selain itu, ketidakpastian global membuat investor mengalihkan dana ke aset aman (safe haven) seperti emas dan dolar AS.

“Dalam rangka pengamanan aset, bisa saja terjadi kenaikan harga emas karena ketidakpastian global,” kata Acuviarta.

Tekanan terhadap rupiah juga tak terhindarkan karena Indonesia masih mengimpor minyak. Gangguan rantai pasok energi di Timur Tengah akan berdampak langsung pada nilai tukar.

Baca Juga:Viral Perempuan yang Kerap Tak Mau Bayar Makan, Kini Ditangkap Satpol PPKronologi Kecelakaan Beruntun 4 Mobil di Buahbatu Bandung, Satu Pengemudi Diduga Microsleep

“Nilai tukar kita ada potensi terkoreksi. Kenapa? Karena ada gangguan rantai pasok minyak, kita kan impor minyak juga. Termasuk gangguan terhadap kinerja ekspor kita,” jelasnya.

0 Komentar