Selain itu, pihaknya juga kembali memberikan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa paving block yang nilainya hampir Rp 1 miliar.
Menurut Ibnu, jika permintaan tambahan terus muncul, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi keberlanjutan proyek pembangunan serta harga rumah yang akan dijual kepada masyarakat.
Ia berharap, laporan yang dibuatnya dapat menjadi langkah untuk menjaga iklim investasi di Cirebon agar tetap kondusif dan mampu mendukung penciptaan lapangan kerja di daerah.
Baca Juga:Seluruh Korban Longsor Sampah Bantar Gebang Ditemukan, SAR Hentikan Operasi PencarianBareskrim Tangani Laporan Dugaan Kekerasan Seksual di Pelatnas Panjat Tebing!
Ibnu menambahkan, pembangunan di Desa Pamengkang tersebut merupakan proyek perumahan bersubsidi yang menyasar masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.
“Kalau tidak ada pemerasan seperti ini, saya yakin dampaknya akan sangat baik bagi daerah,” ujarnya.
RENDIKA MARFIANSYAH.
