Ia menilai konsep smart campus juga membuka peluang bagi Politeknik STIA LAN untuk menampung lebih banyak mahasiswa di masa depan.
Meski demikian, pengembangan fisik kampus masih menghadapi keterbatasan lahan karena lokasinya berada di kawasan pusat pemerintahan.
“Kendalanya karena posisinya ada di tengah pusat pemerintahan sehingga tidak bisa dikembangkan lagi secara fisik, mungkin hanya secara vertikal. Tetapi dengan menjadi smart campus, pembelajaran tidak terikat pada infrastruktur fisik, melainkan lebih pada infrastruktur digital,” ujarnya.
Baca Juga:Rocky Gerung Soroti Konsep 'Prabowonomics': Demokrasi Bukan Cuma Sekadar Alat Influencer Politik!Cek Besaran Zakat Fitrah 2026: Rp50.000 per Orang atau 2,5 Kg Beras, Kapan Waktu Terbaik Membayar?
Menurut Taufik, saat ini Politeknik STIA LAN juga mulai mengembangkan sistem pembelajaran digital serta laboratorium digital yang memungkinkan mahasiswa belajar secara lebih fleksibel dan terhubung dengan ekosistem pembelajaran global.
“Ini sudah mulai kita lakukan sekarang, pembelajaran digital dan laboratorium digital sehingga memungkinkan menerima mahasiswa lebih banyak dan bisa terintegrasi dengan ekosistem digital yang ada di luar negeri,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno menilai penguatan fasilitas teknologi menjadi hal penting dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan aparatur negara.
“Ke depan AI dan segala macam infrastruktur menuju digital harus segera dimodernisasi,” kata Romy.
Ia juga menyoroti keterbatasan infrastruktur di kampus yang dinilai perlu mendapat perhatian, termasuk terkait pengembangan lahan dan fasilitas pembelajaran.
Menurutnya, pemerintah perlu memberikan dukungan anggaran agar Politeknik STIA LAN dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas yang dimiliki.
“Pemerintah wajib hadir mensupport kampus ini supaya mendapatkan anggaran yang cukup untuk fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan,” ujarnya.
Baca Juga:Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Nyepi 2026 Sesuai SKB 3 MenteriProduk RI Meningkat Jelang Idul Fitri, Pemerintah Tekan Barang Thrifting
Romy menilai kampus yang mencetak aparatur negara harus menjadi tempat yang mampu membentuk sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan global.
“Kampus itu adalah kawah candradimuka di mana mahasiswa digembleng dengan berbagai ilmu sehingga mereka siap menghadapi ekonomi global, terutama dalam urusan ASN,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kemandirian teknologi nasional, termasuk dalam pengembangan kecerdasan buatan berbasis data Indonesia.
“Kita jangan hanya menjadi market, tetapi harus menjadi leader. Indonesia harus mempunyai AI sendiri yang datanya berasal dari pengetahuan kita sendiri,” ujarnya.
