Produk RI Meningkat Jelang Idul Fitri, Pemerintah Tekan Barang Thrifting

Produk RI Meningkat Jelang Idul Fitri, Pemerintah Tekan Barang Thrifting
Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Rizky Aditya Wijaya memberikan keterangan pers.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Peredaran pakaian bekas impor ilegal atau thrifting kembali menjadi sorotan.

Pasalnya, hingga saat ini import pakaian bekas masih masif. Hal itu ditandai sejumlah pasar hingga lapak pinggir jalan dilaporkan dibanjiri produk tersebut.

Alhasil banyaknya pakaian bekas import yang masuk ke Indonesia merugikan industri kecil dan menegah dalam negeri.

Baca Juga:Seluruh Korban Longsor Sampah Bantar Gebang Ditemukan, SAR Hentikan Operasi PencarianBareskrim Tangani Laporan Dugaan Kekerasan Seksual di Pelatnas Panjat Tebing!

Menyikapi itu, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Rizky Aditya Wijaya menegaskan bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap praktik impor pakaian bekas ilegal.

“Langkah ini penting untuk menjaga keberlangsungan industri tekstil nasional serta memberikan ruang yang lebih besar bagi produk dalam negeri untuk berkembang di pasar domestik,” tegasnya dalam konfirmasinya, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia membebekan, berdasarkan laporan dari pelaku industri yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO).

Tercatat, saat produksi di beberapa segmen produk, seperti produk busana muslim, kain sarung, pakaian anak, sepatu kasual, dan sandal yang menjadi kebutuhan utama masyarakat menjelang Idul Fitri mengalami peningkatan sejak awal tahun 2026.

Menurutnya, Ramadhan dan Idul Fitri juga memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja tambahan guna memenuhi peningkatan pesanan produksi.

Oleh karena itu, lanjut Dia, Kemenperin terus memperkuat daya saing industri nasional melalui peningkatan produktivitas, transformasi teknologi, penerapan industri 4.0, serta penguatan pasar domestik.

Ia menambahkan, pemerintah juga mendorong pelaku industri untuk memanfaatkan platform digital guna memperluas pemasaran dan memperkuat branding produk dalam negeri.

Baca Juga:Awal Mula Kasus Mayat Wanita Mengering di Depok, Ternyata Dihabisi Suami SiriJadwal One Way dan Contraflow Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Trans-Jawa dan Tangerang-Merak

Rizky menyampaikan optimisme bahwa industri nasional mampu memanfaatkan momentum Ramadhan dan Idul Fitri ini secara maksimal.

Ia menyebut, momentum ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga untuk memperkuat kinerja industri dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, Ia berharap masyarakat mendukung dengan menggunakan produk dalam negeri.

“Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat industri nasional dan menciptakan kemandirian ekonomi bangsa,” harapnya.

MUAMMAR QADDAFI

0 Komentar