PASUNDANEKSPRES.CO – Saat menghadiri acara Nuzulul Qur’an di Istana Negara, terlihat senyum Panglima TNI saat ditanya siaga satu dengan ekskalasi Timur Tengah yang di sebut melalui Surat Telegram Nomor TR/283/2026 tertanggal 1 Maret 2026.
Sebelumnya Jenderal Agus Subiyanto selaku Panglima TNI menyampaikan jika siaga satu merupakan istilah dari militer
“Siaga satu itu istilah biasa dari militer,” ungkapnya.
Menurutnya, siaga satu tersebut dapat diterapkan di kalangan militer dalam hal penanggulangan bencana yang saat ini sering terjadi di Tanah Air.
Baca Juga:Seluruh Korban Longsor Sampah Bantar Gebang Ditemukan, SAR Hentikan Operasi PencarianBareskrim Tangani Laporan Dugaan Kekerasan Seksual di Pelatnas Panjat Tebing!
“Tiap kodam itu satu batalyon siaga satu apabila di wilayahnya ada bencana alam,” jelasnya.
Akan tetapi saat ditanyai apakah adanya hubungan siaga satu dengan ekskalasi yang terjadi di Timur Tengah terkait dengan parang antara Iran dengan Amerika dan Israel, Agus hanya melempar senyum dan mencoba untuk berlalu.
Sedangkan dalam menanggapi apel kendaraan taktis TNI yang digelar di kawasan Monas beberapa waktu lalu, Agus menyampaikan bahwa hal tersbeut dalam rangka menguji kesiapan setiap personel TNI.
“Kita menguji kesiapan setiap personil, dari berbagai wilayah untuk ke Jakarta kita hitung waktunya berapa menit mereka bisa bergerak,” terangnya.
“Jika terjadi sesuatu hal di Jakarta, mereka bisa bergerak dengan cepat,” tambahnya.
Agus juga menyampaika jika semua pasukan yang melakukan apel di Monas tersebut saat ini telah dikembalikan kesatuannya, mulai dari personel hingga kendaraan taktis.
Telegram Siaga Saturday
Sempat beredar telegram yang ditandatangani oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letnan Jenderal Bobby Rinal Makmun terkait dengan instruksi siaga satu.
Baca Juga:Awal Mula Kasus Mayat Wanita Mengering di Depok, Ternyata Dihabisi Suami SiriJadwal One Way dan Contraflow Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Trans-Jawa dan Tangerang-Merak
Dalam instruksi tersebut, Panglima TNI meminta para Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotama Ops) untuk meningkatkan kesiapan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di masing-masing satuan.
Tidak hanya itu, Selain itu, seluruh satuan diminta melakukan patroli keamanan di berbagai objek vital nasional (obvitnas), di antaranya:
- Pusat kegiatan ekonomi
- Bandara
- Pelabuhan
- Stasiun kereta api
- Terminal bus
- Kantor PLN
Langkah ini bertujuan memastikan stabilitas keamanan nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
