Batik Jadi Industri Kreatif Andalan, Disporaparbud Bina Generasi Muda

FESTIVAL MEMBATIK: Festival Membatik yang digelar Disporaparbud Kabupaten Purwakarta bertujuan menggali potensi seni dan kreativitas para pemuda yang dituangkan dalam batik eco green dan mengangkat kearifan lokal. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta terus berikhtiar dalam membina generasi muda. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bidang Kepemudaan, Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Ahmad Arif Imamulhaq, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/10).

“Pembinaan generasi muda tidak melulu berkaitan dengan kegiatan seremonial tapi yang lebih penting adalah perencanaan dan prosesnya harus benar-benar telaten. Juga disertai penanaman nilai-nilai, baik logika, etika maupun estetika,” ujarnya kepada wartawan.

Salah satu kegiatan pembinaan yang memenuhi unsur dan nilai-nilai tersebut adalah membatik. “Kami melihat banyak potensi seni yang dapat dikembangkan dari para pemuda. Ini harus dibina dan diapresiasi. Salah satunya melalui kegiatan Festival Membatik yang digelar bekerjasama dengan Komunitas Batik Purwakarta,” kata Ahmad Arif.

Sementara itu, salah satu pendamping dari Komunitas Batik Purwakarta Dewi Hatikah menuturkan, kegiatan membatik sebagai bentuk mengapresiasi dan melestarikan seni batik di kalangan pemuda.

“Seiring dengan kreativitas pemuda, batik juga menjadi edukasi untuk mengangkat nilai kearifan lokal Kabupaten Purwakarta. Ini tergambar dari motif batik khas Purwakarta, di antaranya seperti batik motif Gapura Melati, Gerabah Plered, Simping Kaum, dan Manggis Wanayasa,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan berbagai motif dan corak menambah khazanah desain dari batik, serta memiliki kontribusi besar untuk mengangkat kearifan lokal Kabupaten Purwakarta di sektor industri kreatif.

Yang menarik, Festival Membatik ini mengajak para pesertanya untuk mengenal proses membatik Eco Green yang ramah lingkungan. Yakni tak menimbulkan polusi udara juga tak mengandung bahan kimia.

“Batik merupakan salah satu industri kreatif yang bisa kita andalkan. Pada momentum inilah, diharapkan bisa menginspirasi anak muda agar mau terjun secara maksimal dan membuka wawasannya untuk menggarap industri kreatif,” ucapnya.

Salah seorang peserta Festival Membatik, Haura Dwiffa Ramadhani mengaku bangga dan bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Selain dapat pengetahuan, pengalaman dan teman baru, sekaligus dapat mengembangkan potensi menggambar melalui media kain batik dengan teknik yang berbeda-beda.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini saja. Tapi bisa berkesinambungan,” ujar peserta dari SMAN 1 Jatiluhur ini.(add/ysp)