Dampak Korona, Penjualan Mobil Lesu

LESU: Sales counter Wijaya Toyota Pamanukan saat menampilkan salah satu unit yakni Innova Venturer. YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES

PAMANUKAN-Pandemi virus korona berakibat pada lesunya penjualan kendaraan. Terhitung pada Maret ini Wijaya Toyota Pamanukan juga membenarkan adanya perlambatan penjualan mobil.

“Ya memang ada penurunan penjualan mobil, isu Covid-19 ini memang berdampak luas ke segala sektor termasuk otomotif, tapi kami terus berupaya,” ucap Sales Supervisor Wijaya Toyota Pamanukan Agus Rochliana kemarin (23/3).

Saat ini, Wijaya Toyota Pamanukan terus mengandalkan program program penjualan dengan DP murah pada beberapa tipe seperti DP Rp16-Rp17 juta untuk tipe Agya dan Calya.

“Selain itu kami juga terus berusaha, membuka di gerai-gerai yang ada keramaian seperti Toserba Yogya Pamanukan hingga perbankan,” imbuhnya.

Agus menyebut, kunjungan customer atau calon pembeli ke dealer juga saat ini minim. Namun berbeda hal nya dengan, kunjungan customer yang ada keperluan untuk servis kendaraan rutin.

“Kalau kunjungan pembeli pasti sangat berbeda ya, sekarang lebih sepi, tapi kalau untuk bengkel itu masih belum ada perubahan jadi masih tetap ada saja yang datang. Termasuk juga service mobiling kita terus berjalan hingga saat ini,” imbuhnya.

Berharap Korona berakhir

Namun kata, Agus harapan itu tetap masih ada. Selain berharap kondisi pandemi virus korona bisa segera ditangani dan bisa segera berakhir, Wijaya Toyota juga berharap penetrasi dari facelift New Agya yang akan segera dilaunching.

“Semoga nanti terdongkrak ketika new Agya facelift tahun 2020 ini dilaunching, sebetulnya Maret ini jadwalnya untuk launching new Agya facelift itu, tapi sementara diundurkan, mudah-mudahan tidak akan lama lagi bisa segera dilaunching dan penjualan bisa terdongkrak,” ujar Agus.

Sebab beberapa fitur baru yang ada di facelift new Agya tahun 2020 juga cukup menarik. Di antaranya kini Agya facelift telah memakai smart entry system.

“Dengan banyak fitur baru yang dimiliki new Agya ini mudah-mudahan penjualan bisa terkatrol, memang dari tampilan juga bagus, tapi tunggu nanti saat launching,” pungkasnya.

Namun secara umum untuk tahun 2020 ini Wijaya Toyota Pamanukan mencatat penjualan Toyota Rush menjadi yang terbanyak. Untuk itu elemen pengusaha bisnis otomotif juga mengharapkan agar pandemi virus korona ini bisa segera ditangani.

“Mudah-mudahan segera ada antivirusnya situasinya segera bisa ditangani dan keadaan ekonomi bisa kembali pulih,” tutupnya.(ygi/ysp)