Entrepreneur Cantik Sukses Bisnis Cemilan Kekinian

CAMILAN KEKINIAN: Nikha sukses mengubah keripik pisang yang biasa saja menjadi keripik kekinian dengan aneka rasa. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Kembangkan Berbagai Inovasi Rasa

PURWAKARTA-Pandemi Covid-19 berimbas pada sektor bisnis, baik itu bisnis perusahaan besar maupun para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Khusus UMKM ini, angka penjualan menjadi indikatornya. Karena itu diperlukan inovasi agar jualannya menjadi lancar kembali.

Seperti yang dilakukan oleh seorang entrepreneur cantik asal Kabupten Purwakarta yang satu ini. Meski di tengah pandemi, dirinya justru bisa bangkit dan memulai bisnis baru. Yakni, mengolah cemilan keripik dari yang biasa saja menjadi keripik kekinian dengan variasi rasa yang spesial.

Adalah Nikha Rosmawati warga Perum Puri Pakuan Sadang Kecamatan Purwakarta Kota, Kabupaten Purwakarta. Dirinya sukses mengolah keripik yang berbahan dasar pisang, singkong, ubi dan talas dengan inovasi rasa.

“Kami mengolah keripik dengan citarasa berbeda. Pun halnya dengan kemasannya dibuat simple dan menarik,” ucapnya, Ahad (4/10).

Dari rasa, kata Nikha, disesuaikan dengan favorit masyarakat sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk menggaet para konsumen. Adapun varian rasanya antara lain cokelat, green tea, taro, strawberry, dan tiramisu.

“Sekarang baru produksi kripik pisang karena pekerjanya belum banyak baru tiga orang. Ini pun orderan sudah banyak, jadi bahan yang lain belum terkejar produksinya,” kata Nikha.

Adapun proses pembuatan keripik pisang diawali dengan memisahkan pisang dengan kulitnya, setelah itu pisang direndam di dalam air agar kandungan getahnya hilang.

Kemudian pisang diserut menghasilkan kripik yang benar-benar renyah dan empuk ketika dimakan. Setelah itu, proses selanjutnya adalah penggorengan sampai pisang benar-benar kering.

Lalu, proses berikutnya ditambahkan glaze atau balutan dengan varian rasa seperti blueberry, tiramisu, coklat, greentea dan strawberry.

Keripik dikemas dimasukan ke dalam box agar kemasan lebih terihat menarik. “Prosesnya tidak jauh berbeda dengan mengolah keripik berbahan dasar singkong, ubi dan talas. Keripik ini saya beri label Banana Cracker ANR,” ucapnya.

Untuk pemasaran, Nikha mengaku memanfaatkan media sosial seperti facebook dan instagram. “Penjualannya Alhamdulillah sudah banyak meski Banana Cracker ANR tergolong baru di Purwakarta. Untuk harganya kami banderol Rp10.000 per box,” ujar Nikha.(add/ysp)