Inilah Alat Pendeteksi Virus Corona GeNose C-19 Buatan UGM yang Digunakan Kemenhub

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memasang alat pendeteksi atau screening virus corona GeNose C-19 di sejumlah tempat umum seperti stasiun dan terminal. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

GeNose C19 sendiri adalah pendeteksi virus corona yang dikembangkan para peneliti di Universitas Gajah Mada. Perangkat ini sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menjelaskan alasan moda transportasi kereta api dan bus menjadi yang pertama untuk diterapkan pengecekan Covid-19 menggunakan alat deteksi GeNose C19.

Menurut dia, pilihan pemasangan itu dikarenakan harga tiket moda kereta api dan bus pada rute tertentu lebih murah daripada pengecekan tes Covid-19 melalui Rapid Antigen atau PCR Test, sehingga cenderung membebani penumpang.

“Karena kereta api ada jarak-jarak tertentu, katakan Jakarta-Bandung Rp100 ribu, kalau mesti antigen Rp100 ribu lagi itu kan mahal. Kalau GeNose hanya Rp20 ribu, skala besar bisa lebih murah menjadi Rp15 ribu, jadi terjangkau,” jelas Menhub, Minggu (24/1).

Lebih lanjut Budi mengatakan, kebijakan penerapan GeNose akan dimulai 5 Februari mendatang. Sedangkan, untuk angkutan bus tidak mandatori. Namun, pihaknya juga telah memesan 200 unit GeNose untuk 44 titik stasiun di seluruh Jawa dan Sumatera.

“Pada moda kereta api akan diterapkan secara wajib pada tanggal 5 Februari 2021. Sedangkan angkutan bus tidak wajib, tapi akan dilakukan pengecekan secara random, yang akan dimulai dari Pulau Jawa,” tukasnya.