Hutan Kertas Menjadi Destinasi Wisata Baru di Karawang

SPOT POTO: Hutan Kertas di Kampung Gintung, Desa Kutamekar Kecamatan Ciampel miliki banyak spot selfie yang menarik. FAUZAN FADHLURRAHMAN/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG– Hutan Kertas Karawang yang terletak di Kampung Gintung, Desa Kutamekar Kecamatan Ciampel, kini semakin diminati oleh wisatawan, baik dari dalam maupun luar Karawang.

Hutan Kertas ini buka setiap hari mulai dari jam 08.00 WIB sampai jam 11.00 WIB. Disana kita akan disuguhkan banyaknya pohon Kalitus atau bisa juga disebut dengan nama Eukaliptus. Tanaman ini biasanya dipakai sebagai bahan baku pembuatan kertas, maka dari itu dinamakanlah Hutan Kertas.

“Hutan Kertas ini dinamakan ya dari banyaknya pohon kertas. Cuma dulu tidak sebagus ini, masih banyak rumput rumput liar gitu,” ucap salah satu pendiri Hutan Kertas Agung, Jumat (17/1).

Hutan Kertas sendiri merupakan kawasan hutan produksi bahan baku kertas milik PT Pindo Deli. Awalnya, PT Pindo Deli ini melakukan penanaman pohon ini pada tahun 2004 silam, dengan tujuan sebagai stok bahan baku produksi serta kawasan penghijauan. Namun anak-anak pemuda setempat menyulap kawasan tersebut menjadi tempat wisata.
“Awalnya ini jadi tempat camping para komunitas dan nongkrong anak anak sini, terus kita lihat potensi dari pohon-pohon yang tertata rapih dan menarik, kita buatlah tempat ini jadi tempat wisata,” lanjut Agung.

Pemuda setempat pun bergerak untuk membangun satu persatu pasilitas, mulai dari membangun beberapa spot selfie, pasang hammock, balon-balon lampion dan tulisan-tulisan menarik sampai konsep payung warna warni. Baru-baru ini juga terdapat kafe untuk bersantai dengan harga yang terjangkau.

“Semua properti yang terdapat di dalam Hutan Kertas ini murni dibeli melalui uang tiket masuk wisatawan. Jadi semakin banyak pengunjung yang datang, ya semakin cepat pula perkembangan yang ada di Hutan Kertas ini”, ujar kembali Agung.

Harga tiketnya sendiri, pengunjung dikenakan sebesar Rp10.000 per orang untuk Weekday, sedangkan untuk Weekend, pengunjung dikenakan sebesar Rp15.000 per orang. Buat yang mau prawed, ada harga khusus, yaitu Rp150.000 per lima orang.(zan/ded)