Kesegaran dan Keindahan Hutan Pinus Cigore Tenjolaya, Selalu Ramai di Akhir Pekan

Hutan Pinus Cigore Tenjolaya
NIKMATI KEINDAHAN ALAM: Pengunjung sedang asik menikmati sejuknya udara di hutan pinus Cigore sambil sesekali berswafoto. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

Menawarkan kesejukan, keindahan, dan kesegaran udara itulah keistimewaan Hutan Pinus Cigore Tenjolaya. Jarak dari pusat Kecamatan Kasomalang adalah sekitar 20 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit.

Laporan: INDRAWAN SETIADI, Subang

Untuk bisa ke lokasi, para pengunjung bisa melalui rute jalan melewati Kampung Bojongloa Desa Bojongloa – Kampung Panembong – Kampung Cijere Hilir, Kampung Nyalindung Desa Tenjolaya. Dari Kampung Nyalindung diteruskan menuju lokasi wisata, selama perjalanan dengan kondisi jalan aspal akan melewati kawasan perbukitan. Hutan pinus pun begitu mudah ditemui, keberadaannya tepat di pinggir jalan sebelum sampai ke wilayah pemukiman warga di Kampung Cigore.

Hampir setiap hari terutama di hari Sabtu dan Minggu, Hutan Pinus yang berada di kawasan pegunungan Subang selatan ini tak sepi pengunjung. Dikelola Karang Taruna Kampung Cigore, alam Paniisan Pinus Cigore Desa Tenjolaya Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang ini memiliki pemandangan yang indah.

Baca Juga: Tebing Boyer di Pinggir Waduk Jatiluhur, Calon Destinasi Wisata Favorit

Berada di ketinggian perbukitan, wisata alam ini memberikan sensasi alam indah pelosok daerah di Kabupaten Subang.

Salah seorang pengelola Wisata Alam Paniisan, Ade Hergun mengungkapkan jika tempat tersebut baru beroperasi sejak 9 bulan lalu, dan selalu ramai didatangi wisatawan lokal dan beberapa diantaranya dari luar kabupaten Subang. “Ini dikelola oleh Karang Taruna kampung Cigore ini, baru 9 bulan dan Alhamdulillah sekarang pengunjung meningkat terutama saat weekend,” jelasnya.

Miliki potensi pengembangan pariwisata lokal

Walaupun pihak desa Tenjolaya belum membantu pengembangan wisata lokal ini, namun menurut Ade pihaknya membuka diri untuk pengembangan tempat wisata yang memiliki potensi pengembangan pariwisata lokal di Kabupaten Subang.

“Sejauh ini belum ada bantuan dari desa atau dinas pariwisata kabupaten Subang, namun kami optimis kedepan bisa lebih maju lagi seiring waktu berjalan. Insyaallah kami akan terus berupaya lebih baik lagi dalam mengelola alam Paniisan ini,” ucapnya.

Dengan tiket motor Rp. 5000, Rupiah dan mobil Rp. 30 ribu, pengenjung sudah bisa masuk ke kawasan wisata Alam Paniisan Cigore.

Objek wisata ini sangat direkomendasikan sebagai wisata alam pilihan segala umur di Kabupaten Subang. Hal itu seperti diungkap salah seorang wisatawan lokal, Nurwan. “Bagus berwisata di sini sejuk, seperti di Eropa Timur kalau lihat di internet. Segar dan menghilangkan kepenatan sehari-hari, pokoknya cocok buat anak muda di sini, bersantai ria,” tuturnya.

Nurwan juga mencoba motor ATV yang hanya disewa Rp. 10.000,- untuk 2 putaran di kawasan hutan pinus tersebut. Menurutnya, menggunakan ATV di kawasan wisata tersebut membuatnya berkeringat. “Awalnya susah tapi jadi asyik juga akhirnya, menantang dan cocok bagi yang berjiwa muda. Pokoknya senang sekali saya berwisata di sini,” pungkasnya.(*)