Rheza Diduga Kena Tipu: DP Beli Mobil Lunas tapi Unit Tidak Ada

BOGOR-Niat ingin tukar tambah mobil lama dengan yang baru Toyota Innova, warga Kelurahan Cimandala, Bogor, Rheza Wahyu Anjaya malah mendapat pelayanan mengecewakan dari diler mobil Setijaya Pajajaran.

Bahkan menurut Reza, dirinya merasa sudah menjadi korban dugaan penipuan oleh oknum sales Setiajaya Pajajaran. Padahal Rheza sudah melunasi uang sisa yang harus dibayarkan setelah dikurangi harga penjualan mobil lama.

“Kami masih memproses kasus ini agar Setiajaya Pajajaran mau bertanggung jawab,” ungkapnya, Kamis (22/11).

Rheza menceritakan, awalnya akan membeli Innova tipe G diesel tahun 2018 pada Juli 2018 lalu. Pembeliannya dilakukan dengan metode menjual mobil Innova tahun 2015 kepada salah satu sales Setiajaya berinisial CU.

“Dia menyampaikan bahwa mobil yang lama bisa dijual kepada Setiajaya Pajajaran, sehingga kami tinggal menambahkan uang sisa pembayaran. Innova 2015 kami dihargai Rp 220 juta, sedangkan harga Innova G diesel tipe terbaru seharga 330 juta,” akunya.

Pada saat pembayaran pertama, uang DP menggunakan mobil pihaknya yang dijual mereka, dan pihaknya mendapatkan tanda terima pertama pada tanggal 10 Juli 2018 senilai Rp 220 juta, sedangkan pembayaran kedua pada 6 Agustus 2018 senilai  Rp  111.800 ribu, semua dibayar pihaknya di showroom Setiajaya Pajajaran.

“Kami dijanjikan unit terbaru dan akan keluar akhir Agustus, kami diberikan mobil pengganti dua mobil Mobilio dan Avanza Veloz. Pada akhir agustus kami meminta keterangan kepada sales terkait pernyataan sales, ia memohon agar ditunggu, sayang, karena ada unit euro 4 yang keluar di pertengahan September,” ujarnya.

Namun, katanya, janji hanya janji setiap kali pihaknya menanyakan kepada sales dengan jawaban sama, “mohon ditunggu, pak, sampai pada akhirnya mobil yang dipinjamkan kepada kami ditarik sales dengan alasan ingin melakukan service pada 22 september 2018,” ujarnya.

Karena tak kunjung diberikan, pihaknya mengaku penasaran dan mencoba berkomunikasi dengan pihak dealer tanpa sepengetahuan sale di showroom. Pihaknya bertemu dengan supervisor sales Setiajaya Pajajaran Bogor berinisial FR.

“Karena tidak mendapat jawaban pasti, janji mereka diterukan kepada kepala cabang berinisial DD, namun ketika kami sudah bertemu kepala cabang, menurut keterangan kepala cabang, beliau sedang mengurusi 14 kasus yang sama dengan sales yang sama bernama CU,” ujarnya.

Menurut keterangan kepala cabang unit, lanjutnya lagi, tidak bisa diproses dengan alasan tanda terima lemah dan tidak ada uang masuk ke Setiajaya Pajajaran, serta tidak mendapat SPK dari Setiajaya Pajajaran.

“Penyelesaiannya pun berbelit-belit, kami beranggapan apapun kondisinya CU sebagai sales adalah bagian dari perusahaan Setiajaya Pajajaran Bogor, jadi tetap Setiajaya harus bertanggung jawab terkait kesalahan dari salesnya,” lanjutnya.

Pihaknya berharap agar Setiajaya Pajajaran Bogor mau bertanggung jawab dengan mengeluarkan unit Innova G Diesel yang telah lunas.(man)