Serba Sulit, Omzet Pedagang Sayur Turun hingga 50 Persen

SEPI PEMBELI: Pedagang sayur di Ruko Gunungsari Pasar Panorama Lembang merasakan dampak pandemi Covid-19 yang mengakibatkan omzet menurun drastis. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

Andalkan Langganan Hotel dan Restoran

LEMBANG-Sejumlah pedagang sayur di Lembang, yang berjualan di sekitar ruko gunung sari, alami penurunan omzet hingga 50%.

Pedagang yang beroperasi dari malam hari hingga pagi, sejak adanya penutupan usaha pariwisata dan hotel turun drastis. Seperti yang di sampaikan Dadi yang memulai jualan dari pukul 01-06 ini keluhkan pendapatannya yang menurun. “Akses wisata hotel restoran nggak ada, jadi turun drastis. Sebelumnya ada langganan dari tempat wisata dan restoran, sekarang sudah tidak ada lagi karena mereka pada tutup,” kata Dadi kepada Pasundan Ekspres, Selasa (2/6).

Menurutnya, saat ini dirinya hanya mengandalkan pedagang dari warung saja, namun pedagang warung pun tidak banyak dalam belanjanya. “Ya, Alhamdulilah meskipun begitu kita tetap bersyukur. Kami berdoa semoga semua ini cepat normal kembali,” ujar Dadi.
Hal senada juga diungkapkan oleh Mimin, pedagang bumbu dapur yang mengalami penurunan omzet. Namun ada beberapa komoditi yang terjual banyak saat pandemi Covid ini. “Pas rame Korona seperti sereh, jahe merah dan temulawak terjual laris, namun memasuki new normal malah menurun,” ujarnya.

Mimin menambahkan, akibat hotel dan rumah makan yang masih tutup, bumbu yang dia jual pun tidak selaku saat hotel dan rumah makan buka. “Hotel dan rumah makan masih tutup, ya tentu berpengaruh juga pada bumbu, kurang laku juga sih,” jelasnya.(eko/sep)