Ziarah ke Makam Cut Nyak Dhien, Mensos Persilakan Pemkab Sumedang Sampaikan Rencana Penataan Kompleks Makam

Ziarah ke Makam Cut Nyak Dhien, Mensos Persilakan Pemkab Sumedang Sampaikan Rencana Penataan Kompleks Makam
0 Komentar

SUMEDANG – Menyambut Peringatan Hari Pahlawan, Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan ziarah ke makam pahlawan nasional Cut Nyak Dhien di Sumedang. Mensos mendengarkan rencana Pemkab Sumedang yang akan menata ulang kompleks makam dan memerlukan dukungan Kemensos.

Mensos menyatakan kehadirannya untuk mengenang jasa besar Cut Nyak Dhien memperjuangkan kemerdekaan. Keberadaan makam Cut Nyak Dhien di Sumedang, menurut Mensos, sudah menunjukkan betapa berat perjuangan perempuan pahlawan dari Aceh ini.

“Beliau dimakamkan di sini sebetulnya kan merupakan pembuangan oleh penjajah. Di era itu, dibuang ke Sumedang, sudah seperti dibuang ke negara lain,” kata Mensos di kompleks pemakaman Gunung Puyuh, Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan, Sumedang (22/10).

Baca Juga:Penanganan Darurat, Dinas SDA Jabar Mulai November, BBWS Kapan?AMDAL Jalan Lingkar Pamanukan Mulai Disusun

Perjuangan Cut Nyak Dhien patut menjadi teladan generasi bangsa saat ini. Mensos menyatakan, Cut Nyak Dhien gigih berjuang dan bersikukuh enggan menyerah. Ia terus menggelorakan perlawanan terhadap kolonial Belanda dari pedalaman Aceh, kendati kondisi fisiknya sudah sangat memperihatinkan.

“Beliau tidak mau menyerah. Meskipun sudah lemah dan pandangannya terganggu. Tetap berjuang dari dalam hutan. Kita meraih kemerdekaan dengan berjuang melawan penjajah. Ada beberapa bangsa yang kemerdekaannya diberi oleh penjajah. Kita harus bangga,” katanya.

Mensos ingin generasi muda yang tidak merasakan perjuangan fisik meraih kemerdekaan, agar mengenang, menghargai dan meneladani perjuangan para pahlawan. Menurut Mensos, menekankan pentingnya generasi saat ini paham bahwa kemerdekaan saat ini, ditempuh dengan perjuangan yang luar biasa berat dan panjang oleh para pahlawan, salah satunya oleh Cut Nyak Dhien.

Sikap menghargai dan meneladani perjuangan para pahlawan bisa tumbuh bila mereka mengetahui dan memahai jalannya sejarah terlebih dulu. “Saya saja ngga tahu detil mengapa Cut Nyak Dhien dimakamkan di sini. Apalagi anak-anak sekarang,” katanya.

Oleh karena itu, Mensos tengah memikirkan, suatu konsep kegiatan atau program yang bisa mewadahi kebutuhan tersebut. Mensos berencana mengajak perwakilan kelompok generasi muda berziarah ke taman makam pahlawan nasional secara bergantian setiap tahun. Dalam program tersebut, dimungkinkan keterlibatan Karang Taruna sebagai perwakilan kelompok muda.

Mensos juga merima masukan tentang rencana pemerintah daerah melakukan penataan kompleks makam Cut Nyak Dhien. Terkait rencana Pemerintah Daerah membuat master plan penataan kawasan makam, pada dasarnya Kemensos mendukung bila semangatnya untuk menghargai jasa para pahlawan.

0 Komentar