Catatan Harian Dahlan Iskan: Menang Lotere

Nancy Pelosi bertemu Presiden Taiwan--(Ilustrasi : radarkaur.disway.id
Nancy Pelosi bertemu Presiden Taiwan--(Ilustrasi : radarkaur.disway.id
0 Komentar

Di bandara itu Pelosi disambut menteri luar negeri Taiwan dan Kepala Perwakilan Amerika di situ. Rombongan, termasuk 6 anggota DPR, semua dari Partai Demokrat, langsung menuju hotel.

Negosiasi tingkat tinggi antara Tiongkok-Amerika itu kelihatannya lebih baik dari gambaran di media. Pelosi cukup lama di Taiwan. Sekitar 24 jam. Bukan sekadar mampir untuk unjuk kekuatan.

Sepanjang hari Rabu kemarin Pelosi bertemu Presiden Tsai Ing-wen, makan siang dengan anggota parlemen dan bahkan menemui kelompok demokrasi.

Baca Juga:Luring tapi BoringCegah PMK, Pemda Kabupaten Bandung Barat Maksimalkan Vaksinasi Hewan Ternak yang Terpapar

Pelosi tidak mengucapkan dukungan pada Taiwan merdeka. Tapi sangat tegas mendukung demokrasi di Taiwan, sambil mengecam sistem totaliter –tanpa menyebut Tiongkok. Bahkan Pelosi masih menyatakan dukungannyi pada gerakan pro-demokrasi di Hong Kong.

Dengan perkembangan terbaru di Hong Kong, Pelosi memang kalah 0-1 oleh Tiongkok. Kini dia, dengan kengototannyi ke Taiwan, ingin skor itu menjadi 1-1.

Xi Jinping belum bisa dikatakan kalah. Skor 1-1 masih lebih baik bagi Tiongkok dari sebelumnya kalah 0-1. Kini Hong Kong sudah sepenuhnya dimenangkan Tiongkok.

Menyerang Taiwan saat ini memang kurang tepat. Perang terbuka akan membuat Tiongkok masuk dalam jebakan. Masih ada dua agenda besar yang diinginkan Xi Jinping: tiga bulan lagi ia harus terpilih untuk masa jabatan periode ketiga. Lima tahun lagi Tiongkok harus menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia –mengalahkan Amerika.

Kalau Tiongkok terpancing menyerang Taiwan dua keinginan besar itu bisa bubar.

Selamat untuk Nancy Pelosi.

Selamat untuk Xi jinping.

Selamat juga untuk TKW asal Indonesia yang memenangkan lotre di Taiwan.

TKW itu menang lotere hampir Rp 1 miliar (NTD 2 juta atau USD 660.000).

Baca Juga:Didatangkan Langsung dari Jepara, Karen Furniture Pamanukan Produksi Furniture Berbahan Dasar Kayu JatiPeran Guru IPS dalam Menumbuhkan sikap Nasionalisme melalui Pendidikan Karakter

Berita itu jadi hangat karena si TKW tidak bisa menguangkannya. Benar, dia menang, tapi dinyatakan tidak berhak atas uang itu. Penyebabnya: izin tinggal sebagai pekerja habis. Dia tidak punya kartu kerja dengan alamat tempat tinggal lagi. Rupanya diam-diam dia pindah kerja. Secara diam-diam. Dia pindah dari sektor jasa perawatan ke buruh pabrik. Diam-diam. Diam-diam.

Akhirnya dia sayang pada uang hampir Rp 1 miliar itu. Hadiah utama tersebut akan hangus kalau tidak diambil dalam tiga bulan.

0 Komentar