Operasi Pembunuhan Presiden Haiti

SEBENARNYA Presiden Haiti Jovenel Moise sudah menyatakan ke publik, dirinya dalam bahaya pembunuhan. Hal itu disampaikan sang presiden minggu lalu. Itu pula yang menjadi alasan dirinya atas nama negara, menangkap 12 orang oposisi.

Tapi justru, itu pula yang memicu ketegangan politik. Seakan membenarkan bahwa Moise memang akan menyusun kekuatan penuh. Ingin menjadi diktator seperti tudingan pihak oposisi.

Dor! Dor! Dor!

Tembakan berkali-kali menyalak di kediakan Presiden Moise Rabu (7/7) pukul 01.00 dini hari lalu, waktu setempat. Bunyi tembakan dan pergerakan orang bersenjata lengkap terekam video warga. Dari video itu pula seseorang berteriak bahwa mereka tengah melakukan operasi DEA.

DEA adalah Drugs Enforcement Administration (DEA). Seperti BNN Indonesia. Lembaga resmi di bawah Kementerian Kehakiman Amerika Serikat. Lembaga yang biasa memburu gembong narkoba. Tapi mengapa pula beroperasi di rumah Presiden Moise?

Tak lama polisi bersenjata lengkap datang. Baku tembak pun pecah. Pagi hari diumumkan, Presiden Moise tewas dalam baku tembak itu. Media setempat melaporkan presiden terkena 12 kali tembakan. Hingga matanya pecah. Mengerikan!

Presiden Moise diberondong senjata laras panjang. Peluru dengan kaliber 5,56. Esok harinya polisi berhasil menangkap dua orang. Lalu dua orang lagi. Lalu menangkap belasan orang. Empat orang di antaranya tertembak.

Spekulasi beredar. Mereka menyamar menjadi anggota DEA. Padahal pembunuh bayaran. Kepolisian Haiti menyatakan, pelaku adalah pembunuh bayaran berbahasa Spanyol dan Inggris. Bahkan dua orang teridentifikasi warga AS keturunan Haiti.

Di bawah komando Perdana Menteri Claude Joseph, negara mengumumkan berkabung selama dua minggu. Lalu menyatakan perburuan besar-besaran mengepung pelaku yang diduga 26 orang. Separuh sudah tertangkap dan ditembak.

Bandara ditutup, Pelabuhan juga ditutup. Negara melakukan penguncian total untuk memburu para pelaku profesional ini. Mirip skenario film-film Hollywood. Tapi ini nyata. Presiden beneran. Presiden Haiti yang resmi dilantik jadi presiden sejak 2017 lalu.

BACA JUGA:  Kandahar Taliban
Para terduga pelaku penyerbuan dan pembunuhan terhadap Presiden Haiti yang berhasil ditangkap.

Dalam insiden itu, ibu negara juga terluka. Tapi selamat. Langsung dilarikan ke rumah sakit di AS. Sementara anak perempuannya yang bungsu selamat. Sembunyi di kamar kakaknya. Sedangkan kakaknya diikat bersama pembantu. Bagaimana penjaga keamanan? Kabarnya penjaga keamanan dibekuk. Tidak ditembak. Bahkan muncul spekulasi melibatkan petinggi penjaga keamanan presiden.