Disparbud Kabupaten Bandung Barat Antisipasi Fenomena Revenge Tourism Jika PPKM Level 3 Dicabut

Disparbud Kabupaten Bandung Barat
JABAR EKSPRES WISATA: Sejumlah pengunjung berwisata di Lembang Park and Zoo sebelum diberlakukanya PPKM Darurat pandemi Covid-19.
0 Komentar

BANDUNG BARAT-Fenomena banyaknya masyarakat yang ingin segera berwisata karena sudah jenuh akibat pandemi Covid-19 harus diwaspadai. Jangan sampai ketika keran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 berakhir, euforia tidak terkontrol yang bisa menyebabkan kasus Covid-19 kembali naik.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Kabupaten Bandung Barat (KBB), Heri Partomo mengakui, pihaknya mewaspadai fenomena revenge tourism. Sebab saat ini banyak masyarakat yang sudah jenuh karena tidak diizinkan kemana-mana selama diberlakukannya PPKM. “Fenomena revenge tourism harus diantisipasi, karena masyarakat bisa dendam, selama ini diam di rumah dan tidak bisa kemana-mana,” ucapnya.

Menurutnya, yang menjadi fokus perhatian salah satunya adalah kawasan Lembang yang menjadi tujuan wisatawan daerah berbagai daerah. Sehingga nantinya akan coba dianalisis bagaimana fenomena tersebut baik di tempat-tempat wisata maupun hotel dan penginapan.

Baca Juga:Gila! Bertamu Tengah Malam,TN Mau Embat Istri Teman SendiriSerap Gabah Milik Petani, Bulog Subang Galakan Program On farm

Sementara untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pengunjung yang menghabiskan waktu akhir pekan di penginapan dan restoran di KBB, saat ini sudah kembbali dibuka. Makanya pihaknya bekerjasama dengan Satgas Covid-19 untuk melakukan pengawasan terkait penerapan protokol kesehatan. “Kita tidak berharap Covid-19 ini terus berkembang lebih lama lagi, mudah-mudahan segera selesai. Agar kegiatan masyarakat bisa tumbuh dan wisata menggeliat,” ujarnya.

Untuk saat ini, lanjut Heri, tingkat kunjungan masyarakat ke restoran dan penginapan di wilayah KBB terutama di kawasan Lembang memang sudah ada peningkatan setelah diizinkan buka dengan kapasitas pengunjung 25%. Itu diharapkan menjadi titik balik geliat roda ekonomi dan wisata di KBB yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. “Kunjungan ke tempat makan dan hotel memang sudah mulai ramai karena diizinkan boleh menginap dengan batasan 25%. Hanya saja memang objek wisata masih ditutup karena masih PPKM Level 3,” pungkasnya.(eko/sep)

 

0 Komentar