Dukcapil Jawa Barat Bersama UBP Karawang Gelar Pembuatan IKD

Dukcapil Jawa Barat Bersama UBP Karawang Gelar Pembuatan IKD
0 Komentar

KARAWANG – Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang mengadakan kegiatan pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Kegiatan ini mengajak seluruh civitas akademika untuk mengaktifkan aplikasi IKD, yang direncanakan akan berlangsung selama tiga hari di Gedung Rektorat lantai 3 UBP Karawang, mulai tanggal 15 hingga 17 April 2023.

Pelaksana tugas Kepala Dukcapil Provinsi Jawa Barat, Indrastuti Chandra Dewi, menjelaskan bahwa program “Dukcapil Goes to Campus” dalam pembuatan IKD pertama kali diadakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerjasama dengan Telkom University.

Baca Juga:Extrakulikuler Paskibra SMAN 1 Serangpanjang Kembangkan Potensi SiswaBacaleg Golkar Dukung Pemekaran Subang Utara untuk Kemajuan Pantura

“Namun, ini bukan berarti menggantikan KTP elektronik. KTP elektronik tetap diperlukan karena belum semua kabupaten di pelosok daerah memiliki jaringan yang memadai.

Oleh karena itu, masyarakat yang masih belum menggunakan HP berbasis Android dapat mengikuti kegiatan IKD di UBP Karawang, karena kampus ini memiliki jumlah mahasiswa sekitar 10 hingga 12 ribu,” jelasnya.

“Pembuatan IKD dalam kolaborasi ini ditargetkan dapat mencapai 5.000 peserta dalam tiga hari,” tambahnya.

Tim pelaksana terdiri dari petugas dari pusat, Dukcapil Provinsi Jabar, serta operator dari Subang, Purwakarta, dan Karawang.

Rektor UBP Karawang, Prof. Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa kegiatan pembuatan IKD ini menunjukkan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai “menara gading”, melainkan juga merupakan bagian dari masyarakat yang berperan dalam kepentingan publik. Pihaknya ingin membantu dan memiliki peran dalam pembangunan daerah, termasuk dalam hal kependudukan.

“Pembuatan IKD ini melibatkan seluruh pimpinan, dosen, mahasiswa, dan juga masyarakat sekitar kampus. Kami menargetkan dapat menyelesaikan pembuatan 5.000 IKD dalam waktu tiga hari,” ujar Prof. Dedi.

“Selain itu, kami berharap jumlah tersebut dapat bertambah dengan partisipasi masyarakat sekitar. Semoga kami dapat mencapai angka 6.000 IKD dalam tiga hari,” tambahnya.(ddy/ded)

 

0 Komentar