Erick Thohir Apresiasi Pemberdayaan Ratusan Anak Penyandang Disabilitas Binaan PLN di Bandung

Erick Thohir Apresiasi Pemberdayaan Ratusan Anak Penyandang Disabilitas Binaan PLN di Bandung
0 Komentar

“Saya kira itu potensi yang sangat luar biasa dan mereka sangat berkembang sekali,” ujarnya.

Bob pun menyebut bahwa PLN terbuka dan memberi kesempatan pada kalangan disabilitas untuk berkarya di PLN. Hal ini menurutnya disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan yang setiap waktu dievaluasi.

Berdayakan Disabilitas

Dalam kesempatan yang sama, PLN melalui PLN UID Unit Induk Distribusi Jawa Barat (UID Jabar) menyerahkan bantuan alat membatik untuk UKM Batik Mulia Hati yang didirikan Pegiat Batik Disabilitas.

Baca Juga:Keren!! Atlet Silat Asal Desa Pangsor Sumbangkan Emas untuk Jabar di PON PapuaTrayek Priok Pindah ke Pelabuhan Patimban, Namarin: Perhatikan Iklim Bisnis

Prosesi penyerahan bantuan dilakukan oleh Menteri BUMN dengan secara simbolik menyerahkan bantuan pemberdayaan diasabilitas dari PLN kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dodo Suhendar.

Bob menyebut pada kesempatan kali ini PLN memberikan dukungan lewat permodalan hingga peralatan membatik. Bantuan yang disalurkan ini pun disebut berkelanjutan dan tidak akan berhenti sampai di sini.

Hingga saat ini, total dana yang dikucurkan oleh mencapai Rp200 juta. Rinciannya, Rp100 juta digunakan untuk pembuatan tempat olah pangan pada September 2019, pengadaan sarana peralatan olah pangan senilai Rp50 juta pada Februari 2020, dan tempat membatik dengan anggaran Rp50 juta pada November 2020.

Selain itu, dalam kesempatan yangs ama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN juga menyerahkan bantuan berupa 6 unit alat bantu dengar, 10 tongkat netra, 1 unit walker, 1 unit kursi roda, 1 buah kaki palsu, dan satu unit infra red.

Bob menjelaskan, jika bantuan ini sesuai dengan semangat dan pilar pemberdayaan dalam program TJSL PLN. Dengan tidak menilai kalangan disabilitas sebagai beban, melainkan potensi yang mesti didorong untuk mandiri.

Dia pun menilai keterampilan mereka dalam berkreasi membatik yang hasilnya berkualitas menjadi bukti dari program PLN ini. Bob pun mengaku akan terus melihat bagaimana program bantuan ini dapat berkelanjutan.

Memanfaatkan jejaring serta Rumah BUMN, produk batik yang dihasilkan panti menurutnya bisa didukung pemasarannya. Dengan dukungan yang berbentuk kail, bukan sekadar ikan. Sehingga dengan sarana yang ada, penyandang disabilitas ini bisa berhasil.

Baca Juga:Lapor Jika Melihat!! Siswi SMK di Karawang Hilang Secara Misterius, Berikut Ciri-cirinyaEmpat Balon Kades Ramaikan Kontestasi Pilkades Desa Kihiyang

“Tetapi membantu kita jangan sepotong-sepotong. Harus terintegrasi. Kenapa? Harus diukur sampai keberhasilannya. Ini tugas kita bersama”

0 Komentar