Generasi Rusak, Akibat Pendidikan Seks yang Kebablasan

Generasi Rusak, Akibat Pendidikan Seks yang Kebablasan
0 Komentar

Inilah gambaran pendidikan seks yang kebablasan, dalam masyarakat sekuler liberal. nilai-nilai kebebasan disakralkan, sehingga kebebasan seksual pun dianggap sebagai hak yang harus diperjuangkan. Miris memang di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam, nilai-nilai liberal barat banyak diimpor dan diadopsi masyarakatnya. Padahal sudah seharusnya gempuran arus peradaban barat melalui media dan film kita waspadai. Cara keluarga muslim mendidik generasi pun harus terus dikoreksi. mereka mengadopsi metode dan standar liberal sebagaimana di negara Barat dan menganggapnya modernitas. Tapi tanpa sadar menjerumuskan anak-anak mereka dalam kehancuran dan kehinaan di hadapan sang Pencipta.

Bila kita mengenal syariat Islam yang sempurna, kita akan menemukan bagaimana Islam menempatkan naluri seksual begitu selaras dengan tujuan penciptaan manusia. Bukan dengan membebaskan dan bukan pula dengan mengebirinya. Ajaran Islam mengatur bagaimana interaksi laki- laki dan perempuan agar dapat saling tolong menolong dalam kebaikan, diantara Islam memerintahkan untuk menundukkan pandangan dan menutup aurat, melarang khalwat dan ikhtilat, mengharamkan zina dan liwath, memenuhi naluri seksual dalam hubungan pernikahan, membangun hubungan silaturahmi, serta membangun sikap penuh hormat terhadap lawan jenis. Cara Islam ini bukan hanya menjaga individu dari bahaya serta kehinaan dunia dan akhirat, tetapi juga meniscayakan hadirnya sebuah masyarakat dan peradaban mulia.

Dalam sistem Islam semua syariat seputar penjagaan dan pemenuhan naluri seksual akan dipastikan implementasinya, bahkan didukung dengan sistem ekonomi dan pendidikan. Penataan media juga akan diselaraskan. Negara akan mengatur dan mengawasi media masa televisi, situs internet, termasuk sarana-sarana hiburan pertunjukan, serta berbagai media jaringan sosial seperti Facebook, youtube, dan sebagainya. Pengawasan ini dilakukan dalam rangka menjaga agar semua sarana itu tidak menjadi sarana untuk penyebarluasan dan pembentukan opini yang dapat merusak generasi bangsa.

wallahualam bishawab

Laman:

1 2
0 Komentar