Harga Minyak Dunia Turun Dikarenakan Arab Saudi Melakukan Hal ini

Harga Minyak Dunia Turun Dikarenakan Arab Saudi Melakukan Hal ini (Image From: iStock)
Harga Minyak Dunia Turun Dikarenakan Arab Saudi Melakukan Hal ini (Image From: iStock)
0 Komentar

PASUNDAN EKSPRES – Saat ini harga minyak dunia turun. Pasar minyak dunia mengalami penurunan harga pada hari Senin setelah Arab Saudi mengumumkan pemangkasan harga jual minyak mentah mereka.

Tindakan ini oleh salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia ini menimbulkan kekhawatiran baru mengenai kelebihan pasokan di pasar saat permintaan melemah.

Harga Minyak Dunia Turun

Dilansir dari Liputan 6, Selasa (9/1/2024), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar USD 3,04 atau 4,12% menjadi USD 70,77 per barel. Demikian pula, harga minyak mentah Brent untuk kontrak bulan Maret juga mengalami penurunan sebesar USD 2,64 atau 3,35% menjadi USD 76,12 per barel.

Baca Juga:Temukan Jadwal Tayang Film Sinden Gaib dengan Unsur Kisah Nyata yang Bikin MerindingBegini Kisah Nyata Sinden Trenggalek yang Menjadi Inspirasi Salah Satu Film Horor Indonesia

Terjadi penjualan yang signifikan setelah Saudi Aramco mengumumkan pemangkasan harga Arab Light Crude sebesar USD 2 per barel untuk pelanggan di Asia.

Pemangkasan harga minyak oleh Arab Saudi terjadi dalam konteks pasar yang terus melemah, yang sebagian besar disebabkan oleh produksi minyak mentah AS yang mencapai rekor tertinggi dan permintaan yang menurun di China.

OPEC dan negara-negara sekutunya telah melakukan pemangkasan produksi sebesar 2,2 juta barel per hari pada kuartal ini sebagai bagian dari upaya untuk menyeimbangkan pasar.

“Meskipun penurunan harga mungkin dilakukan untuk mempertahankan pangsa pasar di tengah penurunan produksi, pasar menganggapnya sebagai tanda jelas bahwa perekonomian sedang melambat. Mungkin pendaratannya tidak terlalu mulus,” tulis Phil Flynn dari The Price Futures Group yang dikutip dari Liputan 6, Selasa (9/1/2024).

Minyak mentah AS dan Brent, yang merupakan patokan global, keduanya mengakhiri minggu pertama tahun 2024 dengan kenaikan lebih dari 2% di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Namun, kekhawatiran mengenai pasokan dan permintaan terus menjadi faktor yang menghalangi risiko geopolitik di pasar.

(ipa)

0 Komentar