Hari Anak Diperingati, Hak Generasi Dikebiri

Hari Anak Diperingati, Hak Generasi Dikebiri
0 Komentar

Jika pemerintah menginginkan kebijakan serta program yang digulirkannya berbuah hasil, yakni anak-anak menjadi generasi maju, berdayaguna, berakhlak mulia dan menjadi SDM unggul di masa depan, maka pemenuhan hak-hak anak seperti hak hidup, mendapat pendidikan, tumbuh dan berkembang, mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sebagaimana amanat pasal 28B UUD 1945 harus terpenuhi secara konkret, kepala per kepala.

Namun alih-alih hak-hak tersebut dipenuhi, pemerintah justru merampasnya dengan tak berperasaan melalui aturan yang dibuatnya, terutama kebijakan  penuntasan Covid-19. Berdalih tak cukup anggaran hingga enggan untuk lockdown, pemerintah lebih memilih PPKM sebagai solusi, padahal aturan ini tak menguntungkan rakyat sedikitpun selain banyaknya warga meninggal, karut-marut sistem pendidikan dan kesehatan, stok pangan dan obat minim, para kartel merajalela, stunting, gizi buruk, kriminal, kekerasan dan diskriminasi terus membayangi dunia anak yang notabene bagian dari masyarakat. Lalu, bagaimana mungkin generasi bangsa ini akan menjadi aset cemerlang jika peluang dan masa depannya begitu suram?

Negara (pemerintah) seolah menutup mata dengan kezaliman yang mereka buat bahkan tak punya malu hingga hilangnya sense of crisis dengan penderitaan rakyat. Hal ini mungkin terjadi ketika pola pikir berbasis kapital mendominasi dan akidah  kufur yang menjauhkan aturan agama dari kehidupan diadopsi.

Baca Juga:Jangan Konsumsi Sembarangan, 3 Buah Ini Ternyata Berbahaya Jika Salah MakanCara Menyimpan Daging Di Kulkas Biar Tahan Lama

Begitulah kehidupan dalam bayang kapitalis sekuler. Antara konsep dan praktik tak sesuai kenyataan, aturan yang satu dan lainnya saling bertentangan, bahkan pemangku kebijakan menjadi pelanggar UU yang mereka buat hanya demi langgengnya kekuasaan. Alhasil, kehidupan umat serasa makin kelam, sementara yang nampak benderang hanyalah praktik meraup untung secara besar-besaran dengan label “program Hari Anak Nasional” atau program sejenis yang mengatasnamakan kesejahteraan masyarakat.

Islam Solusi Nyata Terpenuhinya Hak Anak

Islam memandang bahwa anak  merupakan aset bangsa dan peradaban di masa depan. Para pemuda hari ini adalah tokoh di masa mendatang, mereka bak mutiara-mutiara berharga yang harus dijaga sebaik-baiknya, bahkan Rasulullah Saw. melukiskan mereka dengan begitu indah.

Anak-anak itu bagaikan kupu-kupu surga.” (HR. Bukhari-Muslim)

Gambaran indah yang dilukiskan Rasulullah Saw. memang nyata adanya. Anak bagi orang tua adalah anugerah terindah yang Allah beri, mereka menjadi qurrota a’yun (penyejuk mata) dan ladang pahala bagi ayah bundanya. Hal ini tak bisa lepas dari perhatian Islam terhadap anak dan pemenuhan atas hak-hak mereka.

0 Komentar