14 Anggota Bang Dec Mundur, Serahkan Seragam Mirip Sunda Empire

Prosesi pengunduran diri anggota Bang Dec Sunda Empire, dengan surat pernyataan dan penyerahan seragam kebesaran dari Eks Ketua Yudi Efendi pada Kepala Kesbangpol Subang Udin Zajudin, Kamis (30/1) di Kantor Kesbangpol Subang. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Belasan anggota Subang Development Committee (Bang Dec) Sunda Empire di Kabupaten Subang mengundurkan diri. Mereka menyerahkan atribut bahkan surat izin ke Kantor Kesbangpol Subang Bang Dec yang disebut-sebut berafiliasi dengan Sunda Empire.

Dari catatan Kesbangpol Subang, Bang Dec terdaftar sebagai organisasi masyarakat dengan nomor 225-32-12/18/IV/2015 pada April 2015. Sunda Empire ramai diperbincangkan di masyarakat. Sunda Empire ini mengklaim sebagai kekaisaran bumi dan matahari. Belakangan, Polda Jabar sudah mengamankan tiga petinggi Sunda Empire.

Di Subang, sebanyak 14 Anggota Bang Dec menyatakan mundur dari kepengurusan dan keanggotaan Bang Dec. Mereka juga menyerahkan seragam Bang Dec yang mirip dengan seragam Sunda Empire.

Yudi Efendi yang semula menjabat sebagai Ketua Bang Dec menegaskan mundur dari organisasi tersebut. Keputusan mundur tersebut dijelaskan Yudi karena kesadaran sendiri bahwa organisasinya tersebut telah menyimpang. Dia juga menjelaskan bahwa Bang Dec yang semula bergerak di bidang sosial, kemanusian, pendidikan dan kesehatan, belakangan justru menyimpang atau keluar dari misi awal.

“Alasan kami mengundurkan diri, pertama kami sadar dan bertanggung jawab bahwa organisasi ini keliru, dan permasalahan hukum. Apalagi Sunda Empire sebagai pembina juga sudah ditetapkan sebagai organisasi yang keliru oleh aparat,” kata Yudi.
Pengunduran diri ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan dan penyerahan atribut Bang Dec dan Sunda Empire.

Yudi dan kawan-kawannya menyatakan tidak mengulang aktivitas yang sama, serta menyatakan kesetiannya terhadap NKRI.
Sebelumnya Yudi memberitahukan keanggotaan Bang Dec tersebar hingga 22 kecamatan di Kabupaten Subang. Jumlah anggota yang teregistrasi sekitar 10.000, juga sempat mengikuti kegiatan yang disebut sebagai napak tilas di halaman depan Gedung Isola UPI Bandung. “Videonya sempat tersebar di media sosial dan menjadi viral,” ungkapnya.

Kepala Kesbangpol Udin Jazudin menyatakan kebanggaanya, juga ungkapan terima kasih kepada para anggota Bang Dec yang telah mengundurkan diri, menurut Udin dengan pengunduran diri mereka dan menyerahkan semua atribut Sunda Empire, mereka telah sadar apa yang mereka yakini selama ini keliru dan pengakuan juga kesetiaan dan kecintaan pada NKRI.

“Pengunduran mereka karena kesadaran masyarakat bahwa mereka itu keliru. Sekarang alhamdulillah, mereka mundur dan kembali lagi sebagai warga masyarakat Subang. Saat ini, ada 14 orang yang memutuskan untuk mundur, yang lainnya memang sudah tidak aktif sejak 2017 lalu,” kata Udin.

Kesbangpol Subang menyerahkan para pentolan Bang Dec tersebut pada Polres Subang, untuk dilakukan pembinaan. Mewakili Kapolres, Kasat Intelkam Polres Subang AKP Sonson Sudarsono menyampaikan, dirinya merasa tenang dan bangga, juga bahagia para anggota Bang Dec sudah mengundurkan diri. Dalam kata lain, membubarkan diri. Dia berjanji akan melindungi, mengayomi, dan melayani mereka untuk kembali lagi pada masyarakat, seperti sediakala.

“Selanjutnya saya akan mendampingi mereka, memastikan bahwa mereka terlindungi. Saya juga berpesan agar ke depannya tidak terulang lagi. Apalagi terlibat lagi dengan hal-hal semacam ini. Jadikan momentum ini sebagai pelajaran agar tidak terulang dikemudian hari,” pungkasnya.

Subang Development Committee (Bang Dec)
Sunda Empire:

– Berdiri sejak 2015
– Ketua Yudi Efendi
– Markas: Kecamatan Cijambe
– Anggota 10.000 tersebar di 22 Kecamatan di Kabupaten Subang

– Kegitan: Mengklaim di bidang sosial, politik, kemanusiaan, dan kesehatan, juga pendidikan.
– Motif bergabung iming-iming kesejahteraan, serta uang kompensasi.
– Iuran Anggota; ada, hanya seikhlasnya.
– Membubarkan diri sejak 30 Januari 2020.

Sunda Empire
– Kekaisaran Matahari
– Mengklaim beranggotakan 54 negara
– Menyebut negara-negara dunia harus daftar ulang 15 Agustus 2020
– Pengendali Nuklir
– Pewaris harta benda bumi
– Petinggi-petingginya ditetapkan menjadi tersangka pada 28 Januari 2020 oleh Polda Jabar. (idr/vry)