Ada Sampah DKI di TPA Baru ?

AKAN PINDAH: Masyarakat mengambil sampah di TPA Panembong. Pemda Subang berencana memindahkan ke TPA Baru. YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

Perhatikan SNI 03-3241-1994

SUBANG-Belum juga usai gonjang-ganjing pemindahan TPA Panembong ke Kampung Tenjo Laut Desa Jalupang, kini masyarakat diresahkan dengan hembusan kabar burung bahwa Pemda Subang telah menjalin kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk urusan sampah.

Banyak kalangan mencurigai Pemprov DKI Jakarta yang juga memiliki persoalan sampah, akan membuang sebagian sampahnya ke Subang, tepatnya ke TPA yang nanti akan dibangun di Kampung Tenjo Laut, Desa Jalupang.

Kabar tersebut langsung dibantah Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rona Mariansyah. Menurutnya, kabar tersebut merupakan kabar yang keliru. Kepada Pasundan Ekspres, Rona menjelaskan, ada pembicaraan kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta itu benar, namun bentuk kerjasamanya apa dulu. Menurutnya, masih banyak kemungkinan, yang pasti bukan mau numpang buang sampah.

“Memang kita sedang menjajaki kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta. Ada banyak kemungkinan kerjasama tentang pengelolaan sampah ini. Ada untuk pupuk dan sebagainya. Baru ngobrol saja, nanti kita tidak lanjuti dalam bentuk teknis. Kalau itu menguntungkan bagi kita, ya kenapa tidak,” jelasnya.

Rona juga menambahkan, tidak hanya dengan Pemprov DKI Jakarta saja, dengan siapapun Pemda Subang dalam urusan pengelolaan sampah siap bekerja sama. Dengan catatan, pihak ketiga harus memaparkan kepada masyarakat secara langsung bentuk kerja samanya seperti apa. Jika disetujui masyarakat dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat baru bisa dilanjutkan.

“Kalau sebaliknya, hanya menguntungkan pihak mereka saja, ya buat apa. Kita lebih pro ke masyarakat tentu,” tambahnya.
Ketika disinggung mengenai berapa anggaran yang harus dikeluarkan oleh Pemda Subang sebagai biaya pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah ini, Rona mengaku tidak mengetahui. Alasannya, itu ranahnya PUPR yang akan mengerjakan.

Menurutnya Dinas Lingkungan Hidup hanya sebagai pelaksana teknis setelah tempat itu jadi. “Meski belum menemukan kesamaan persepsi antara Pemda Subang dengan masyarakat sekitar mengenai pemindahan TPA tersebut, kami tetap berharap pada akhir tahun ini TPA baru bisa rampung dikerjakan,” tandasnya.

Rencana Pemda Subang untuk memindahkan TPA harus dengan konsep yang berbeda dengan TPA Panembong. Hal tersebut disampaikan oleh Manager Pendidikan dan Kaderisasi Walhi Jawa Barat, Haerudin Inas. Dia mengatakan, TPA sampah baru harus segera ada dengan konsep yang tidak sama dengan konsep seperti TPA Panembong.

Haerudin menyampaikan, TPA baru harus tidak dekat dengan sumber air minum atau sumber lain yang dipergunakan masyarakat (mandi, mencuci dan sebagainya). “Tidak pada tempat yang sering terkena banjir dan harus di tempat yang jauh dari tempat tinggal masyarakat,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.

Dia mengatakan, Pemda wajib juga memperhatikan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-3241-1994, terdapat beberapa kriteria pemilihan lokasi layak dibangunnya sebuah TPA. Beberapa kriteria aspek pemilihan lokasi TPA sampah tersebut seperti kelayakan regional. Yakni kriteria yang digunakan untuk menentukan zona layak atau zona tidak layak dengan ketentuan menyangkut kondisi geologi, kemiringan lereng jarak terhadap badan air, jarak terhadap terhadap lapangan terbang, kawasan lindung atau cagar alam kawasan budidaya pertanian dan atau perkebunan serta batas administrasi.

Selain itu, kelayakan penyisih. Ini merupakan kriteria yang digunakan untuk memilih lokasi terbaik dari hasil kelayakan regional dengan ketentuan antara lain luas lahan ketersediaan zona penyangga kebisingan dan bau permeabilitas tanah, kedalaman muka air tanah, intensitas hujan, bahaya banjir dan jalur dan lama pengangkutan sampah.

“Kelayakan rekomendasi kriteria yang digunakan oleh pengambil keputusan atau lembaga yang berwenang untuk menyetujui dan menetapkan lokasi terpilih sesuai dengan kebijakan lembaga berwenang setempat dan dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Selain itu, Perda pengelolaan sampah harus hadir dan tegas sebagai jawaban hukum dalam mengatur dan mengelola persampahan sehingga tidak mengulang bencana ekologis yang berdampak buruk bagi lingkungan hidup serta masyarakat di dalamnya.

Standar Nasional Indonesia 03-3241-1994
Kriteria Pemilihan Lokasi Laik dibangunnya sebuah TPA

Kelayakan regional
Yakni kriteria yang digunakan untuk menentukan zona layak atau zona tidak layak dengan ketentuan menyangkut kondisi geologi, kemiringan lereng jarak terhadap badan air, jarak terhadap terhadap lapangan terbang, kawasan lindung atau cagar alam kawasan budidaya pertanian dan atau perkebunan serta batas administrasi.

Kelayakan penyisih
Kriteria yang digunakan untuk memilih lokasi terbaik dari hasil kelayakan regional dengan ketentuan antara lain luas lahan ketersediaan zona penyangga kebisingan dan bau permeabilitas tanah, kedalaman muka air tanah, intensitas hujan, bahaya banjir dan jalur dan lama pengangkutan sampah.

Kelayakan Rekomendasi
Kriteria yang digunakan oleh pengambil keputusan atau lembaga yang berwenang untuk menyetujui dan menetapkan lokasi terpilih sesuai dengan kebijakan lembaga berwenang setempat dan dengan ketentuan yang berlaku. (idr/ysp/vry)