Anggota DPRD Disarankan ke Jerman, Bantuan Beasiswa Tambahan Belum Disetujui

Ujang Sutrisna, Kabag Kesra Setda Subang

SUBANG-Pemkab Subang menyarankan anggota DPRD Subang untuk mengecek langsung kondisi mahasiswa di Jerman yang saat ini masih studi. Untuk meyakinkan kondisi mereka yang kesulitan biaya kuliah.
Hal itu lantaran belum ada kesepakatan dari DPRD soal pemberian bantuan beasiswa. DPRD belum memberi persetujuan karena harus ada dasar hukum yang kuat.

Kabag Kesra Setda Subang, Ujang Sutrisna mengatakan, anggaran bisa disiapkan untuk membantu sembilan mahasiswa di Jerman yang masih studi. Namun pengeluaran anggaran tersebut mesti mendapat persetujuan dari DPRD.
Meskipun di satu sisi, APBD perubahan sudah diketuk palu. Namun anggaran bisa dialokasikan dari bantuan sosial. Menurut, Ujang, DPRD meminta agar mengkaji dasar hukum untuk pemberian bantuan tersebut yang dialokasikan dari bantuan sosial.

“Semua fraksi menyarankan untuk melakukan kajian lebih dalam. Kita juga berharap supaya kondisi aktualnya bisa tahu, bisa cek dan recek oleh anggota dewan ke Jerman supaya bisa ril,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.
Sebelum penetapan ABPD perubahan, Pemkab Subang mengusulkan agar dialokasikan beasiswa terakhir kalinya bagi mahasiswa yang ke Jerman. Namun usulan tersebut ditolak.

Hingga akhirnya, meskipun ditolak, Pemkab Subang terus mengupayakan agar sembilan mahasiswa tersebut mendapat bantuan.
Ujang mengatakan, peluang mahasiswa mendapat bantuan masih ada dari alokasi bantuan sosial. Syaratnya yang mengajukan bantuan tersebut orang tua mahasiswa.

“Saya kalau jumlah pagu belum tahu. Tapi kalau melihat kondisi, memang peluang di bansos itu ada,” ujarnya.

Sebelumnya Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang, H Dedi Supriadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengupayakan agar mahasiswa asal Subang tersebut mendapatkan bantuan untuk menyelesaikan studinya.

“Yang sembilan orang itu sebentar lagi akan lulus. Mereka kini ada yang akan sidang akhir, ada juga yang tinggal satu semester lagi. Orang tuanya berharap ada bantuan dari Pemkab Subang hingga lulus,” ungkapnya.

Dia mengatakan, program beasiswa tersebut berawal dari tahun 2010 pada saat era Bupati Eep Hidayat. Angkatan pertama diberangkatkan sebanyak 9 orang. Angkatan kedua yang diberangkatkan tahun 2011 sebanyak 10 orang.
“Hanya ada dua angkatan yang berangkat kuliah di Jerman. Totalnya sebanyak 19 orang,” ungkapnya.

Selama menempuh pendidikan mereka dibiaya oleh APBD sebesar Rp120 juta per tahun per orang. “Setiap tahunnya, biaya bagi mereka total sebesar Rp2 miliar. Itu terakhir diberikan pada tahun 2016,” ujarnya.(ysp/man)