Banjir Rendam 300 Rumah dan 250 Hektare Sawah

TERENDAM: Warga Desa Dukuh rumahnya mulai terendam banjir, akibat curah hujan yang tinggi. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Ketinggian Air Capai 1 Meter

CIASEM-Banjir musiman akibat curah hujan yang tinggi kembali melanda Ciasem akibat aliran Sungai Ciasem yang meluap. Setidaknya ada dua desa yang terdampak yakni Desa Dukuh serta sebagian Desa Jatibaru Kecamatan Ciasem.

Satgas Desa Dukuh Sukenda menyatakan, banjir musiman luapan Sungai Ciasem hampir melanda seluruh dusun di Desa Dukuh. Ketinggan banjir sendiri mencapai 30 CM sampai 100 CM. “Sejauh ini hampir 300 rumah yang terendam, masuk ke rumah itu ya airnya. Jumlahnya belum pasti tapi hampir mendekati 300-an rumah” kata Sukenda.

Dari jumlah tersebut saat ini ada dua orang yang diungsikan karena posisi rumahnya berada dekat Sungai Ciasem. “Ada yang paling deket ke sungai diungsikan, orang tua sudah diungsikan dinaikan ke atas,” katanya.

Hingga saat ini, Sukenda menuturkan, beberapa dusun di Desa Dukuh masih terlanda banjir. Antara lain, Dusun Hilir Timur, Dusun Dukuh Barat. Sedangkan untuk Dukuh Girang Barat serta Dukuh Tengah sudah mulai surut.

“Ini lumayan parah dibanding tahun sebelumnya, yang masih belum surut ada di Hilir Timur sama Dukuh Barat,” bebernya.
Selain merendam pemukiman warga, banjir juga merendam sekitar 250 hektare sawah di Desa Dukuh.

Adanya kejadian ini, Muspika Ciasem Camat Ubi Kurutbi, Dànramil 0506 Ciasem Kapten Inf Supriatna , dan Kapolsek Ciasem Kompol Ojat S meninjau dan memberikan bantuan berupa mie instàn dan Air Mineral.

Usai melakukan kegiatan sosialisasi di beberapa titik di Kecamatan Ciasem, H.Hermansyah langsung meninjau warga terdampak banjir di Desa Dukuh. “Setelah selesai melakukan Agenda sosialisasi di daerah kecamatan Ciasem, di jalan saya mendapat laporan dari rekan-rekan Relawan BAHAR. Desa Dukuh terkena banjir,” kata Caleg Partai Golkar Dapil IX Jabar Nomor urut 5 ini.

BACA JUGA:  Perumahan Permai Sudah Tiga Kali Banjir, BPBD Siagakan Posko Bencana

Ia menambahkan, selama ini masalah yang kerap melanda pantura, yakni persoalan banjir yang setiap tahun selalu timbul dan masih belum bisa diselesaikan. Ia pun turut prihatin dengan kejadian banji tersebut.

“Saya sudah beberapa kali ke Desa Dukuh. Saat ini terkena musibah Banjir. Saya juga dengar disini ada istilah banjir musiman. Saya pun langsung banting stir dan bergegas untuk menyambangi lokasi bencana,” kata Hermansyah.

Hermansyah turut mengapresiasi Tim dari BPBD serta Tagana yang telah bersiaga ditempat dan melakukan sejumlah pertolongan. “Syukur BPBD dan tim lain sudah disini, saya sangat mengapresiasi kesigapannya,” jelas Hermansyah.

Hermansyah mendoakan agar warga d Desa Dukuh yang terkena luapan Sungai Ciasem diberikan kesabaran dan ketabahan dan air bisa segera surut. “Saya tidak bisa memberi banyak, hanya ikut menyumbang sembako sedikit, sekedar membantu meringankan warga yang terkena dampak banjir,” tuturnya.

Ia menambahkan, bencana datang tanpa diduga, curah hujan yang tinggi sangatlah rentan mengakibatkan banjir. “Ketika kurangnya penangan kerap kali banjir menjadi langganan. Ini salah satu hal yang harus dibenahi,” tutupnya.(ygi/vry)

Lokasi
Desa Dukuh dan Jatibaru Kecamatan Ciasem
Curah hujan tinggi hingga meluapkan Sungai Ciasem
Ketinggan 30 cm – 1 meter
Dua orang diungsikan, karena dekat pinggiran sungai Ciasem

Terendam
Rumah 300
Sawah 250 Hektare