Bawaslu Bakal Panggil Semua Terduga ‘Mafia’ Jual Beli Suara

Roni Rubiat Machri, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Karawang.

KARAWANG-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karawang, bakal memanggil semua pihak terkait untuk mengklarifikasi adanya dugaan ‘mafia’ jual beli suara yang dilakukan oleh 12 oknum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan satu orang okum KPU Karawang berinisial AM.

Kordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Karawang, Roni Rubiat Machri mengatakan, pihaknya bakal memanggil sejumlah pihak terkait dugaan pemberian uang dari caleg Perindo kepada 12 oknum PPK dan satu oknum komisioner KPU. “Kami akan melakukan pemanggilan pihak terkait ini pada hari Kamis (27/6) dan Jumat (28/6) untuk mengklarifikasi adanya dugaan jual beli suara pada pemilu,” ujarnya, Rabu (26/6) di Kantor Bawaslu Karawang.

Dijelaskan, dari hasil klarifikasi kepada Caleg Perindo, Ek Budi Santoso diketahui sejumlah pihak yang disebutkan seperti pengurus DPD Perindo Karawang yang mempertemukan oknum komisioner KPU dengan Ek Budi Santoso. “Kami juga bakal memanggil 12 orang PPK dan anggota KPU yang disebut oleh Ek Budi Santoso,” katanya.

Dikatakan, tidak hanya itu pihaknya juga bakal memanggil seluruh komisioner KPU dan para saksi yang terkait dugaan jual beli suara ini. “Kami berharap semua pihak bisa koperatif dalam mengklarifikasi kasus ini,” katanya.

Sebelumnya, Salah seorang Calon Legislatif (Caleg) dari partai Perindo, Engkus Kusnaya Budi Santoso membuka tabir adanya dugaan praktik jual beli suara pada Pemilu 2019. Namun, sejumlah panitia pelaksana kecamatan (PPK) yang sudah diberikan uang tidak memenuhi janjinya untuk memenangkan 50 ribu suara di Karawang.