Tertipu Travel Ilegal, Calon Haji yang Gagal Berangkat Dihimbau Melapor ke Kemenag

Tertipu Travel Ilegal, Calon Haji yang Gagal Berangkat Dihimbau Melapor ke Kemenag (ilustrasi mekkah)
Tertipu Travel Ilegal, Calon Haji yang Gagal Berangkat Dihimbau Melapor ke Kemenag (ilustrasi mekkah)

BANDUNG BARAT-46 jemaah Calon Haji furoda yang berangkat menggunakan travel tak berizin PT Alfatih Indonesia Travel diminta melapor ke Kementerian Agama (Kemenag) untuk dievaluasi.

Kemenag Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini masih melakukan penelusuran dan mengumpulkan data dan memeriksa keberadaan pasti kantor perusahaan travel tersebut.

Kepala Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag KBB Didin Saepudin meminta agar pihak korban yang merasa dirugikan segera melaporkan diri ke Kemenag setempat.

“Kepada pihak keluarga yang mungkin saja ada di Bandung Barat atau di mana saja mohon segera melaporkan diri ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten dan kota setempat,” ungkap Didin, Senin (4/7).

Puluhan jemaah itu termakan iming-iming untuk berangkat haji secara instan menggunakan jasa perusahaan travel PT Alfatuh Indonesia Travel dengan biaya Rp200 juta sampai Rp300 juta. Melihat ongkos pendaftaran haji furoda yang fantastis itu, Didin berencana untuk melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menentukan langkah selanjutnya.

BACA JUGA:  Tiga Warga Kabupaten Bandung Barat Gagal Berhaji, Tertipu Agen Travel Ilegal

“Besok saya ada rencana akan berkoordinasi dengan Pak Kapolres, tadi sudah janjian. Karena orang-orang yang seperti ini tentu saja merugikan masyarakat dan kami sebagai aparatur pemerintah wajib hukumnya untuk melindungi masyarakat,” kata Didin.

Perusahaan travel haji tersebut diduga telah melakukan penipuan terhadap puluhan jemaah dengan menawarkan iming-iming berangkat haji dengan jalur cepat atau instan. Namun Didin tidak mau berspekulasi lebih jauh, jika ada pelanggaran pidana pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

LIHAT JUGA: Waspada Travel Ilegal! 46 WNI Gagal Naik Haji, 3 Diantaranya Warga Kabupaten Bandung Barat

“Saya bukan ahlinya menilai (pidana) itu, biarlah nanti kalau yang menangani itu ahlinya (kepolisian), jadi saya tidak dalam kapasitas apakah ini pidana atau perdata karena kan setiap orang yang mau menggugat itu harus punya legal standing,” ucapnya.

Sebelumnya, sebanyak 46 warga negara indonesia (WNI) gagal berhaji karena menggunakan visa tidak resmi. Tiga warga diantaranya tercatat berdomisili di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Mereka tertipu setelah mendapatkan tawaran haji furoda dari perusahaan yang memberangkatkannya, PT Alfatih Indonesia Travel yang beralamat di Lembang, Bandung Barat. Perusahaan tersebut diketahui tidak terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag).

“Informasi yang saya terima memang ada beberapa (orang) tapi memang tidak banyak, banyaknya dari Kota Bandung. Dari Lembang sendiri hanya 3 orang yang diinformasikan ke kami, tapi itu belum dilakukan pengecekan, apakah benar atau tidaknya,” ucap Camat Lembang, Herman Permadi saat dikonfirmasi, Minggu (3/7).

Tetapi yang jelas, kata dia, ada beberapa nama identitas warga Kecamatan Lembang. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa apakah mereka betul merupakan warga Lembang.

“Sekarang kami koordinasikan dengan desa sekiranya betul itu warga kami. Desa lakukan pendekatan, komunikasi menanyakan lebih lanjut, oleh pihak mana-mana saja mereka melakukan vasilitasinya,” katanya.

Saat disambangi alamat PT Alfatih Indonesia Travel yang berada di Jalan Panorama 1 No. 37 Lembang, Bandung Barat, ternyata tempat itu adalah sebuah penginapan Pondok Cahaya, bukan agen ataupun perusahaan pemberangkatan haji.

“Berdasarkan dari keterangan alamat sendiri, di sini itu bukan nomer 37 tapi 35 A. Sementara sebelah alamatnya nomer 27, jadi penomoran di sini loncat-loncat. Serta kedua, dari 2017 tempat ini sudah menjadi penginapan,” terang resepsionis Pondok Cahaya, Fauzi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban yang gagal naik haji itu sudah membayar hingga Rp 300 juta. Dengan biaya yang sangat tinggi itu, calon haji bisa berangkat jalur tanpa antre bertahun-tahun. Info terakhir, 46 calon haji furoda itu kini sudah dipulangkan ke Indonesia usai sempat tiba di Jeddah.(eko/sep)