Cara Peternak Ikan Nila Menghadapi Kenaikan Harga Pakan, Minta Pakan ke Bandar, Bayar setelah Panen

PAKAN MAHAL: Wanta saat memeriksa kondisi ikan nila. Bertahan di tengah harga pakan ikan yang terus naik. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

Peternak ikan di wilayah Desa Tanggulun Barat, Kecamatan Kalijati mengeluhkan harga pakan yang semakin mahal. Sehingga tidak sesuai antara hasil panen dan biaya produksi. Demikian dikatakan Wanta, seorang peternak ikan nila.

LAPORAN: INDARAWAN, Kalijati

“Harga pakan yang pabrikan mahal, antara hasil panen dan biaya pakan tidak seimbang, kadang-kadang banyak ruginya ketimbang untungnya,” jelasnya kepada Pasundan Ekspres, kemarin (8/1).

Menurut Wanta, pakan adalah kunci dari keberhasilan ternaknya apalagi untuk ikan nila, setiap harinya dia harus memberi pakan pada nila ternakannya hampir 3 sampai 5 kali, tergantung pada rata-rata bobot ikan yang ada di kolamnya.

“Setiap dua minggu sekali kita suka hitung berapa beratnya. Nila itu kalau ingin cepat besar pemberian pakan harus sebanyak 3 persen dari bobot tubuhnya. Dan itu tidak bisa menentukan keberhasilan tumbuhnya signifikaan apa tidak. Sebab selain pakan bibit juga berpengaruh, kalau bibitnya unggul ya bisa signifikan. Kalau tidak, ya biasa-biasa aja,” tambahnya lagi.

Meskipun pakan harganya melambung, Wanta mengaku tidak merasa kesulitan karena menurutnya pakan bisa didapat dari para bandar dan pembayarannya bisa dilakukan setelah panen. Dengan sistem yang demikian Wanta merasa diringankan ketimbang harus membeli pakan sendiri walaupun harga yang ditetapkan bandar tidak sama dengan harga pasaran, malah cenderung lebih mahal.

“Sebenarnya tidak merasa kesulitan karena memang saya di stok bandar untuk pakan selama 4 bulan. Rata-rata dalam satu kali panen saya bisa mengahabiskan 2 ton pakan, sebab kalau pakan relatif, tergantung luas dari kolam. Untuk pakan bagus per kilo mencapai Rp12 ribu, kalau yang biasa ada yang Rp7 ribu, naik Rp500-RP1.000 dari harga sebelumnya. Lumayan lah,” paparnya.

Kenaikan pakan tersebut memang tidak berdampak signifikan, namun menjadikan usaha ternak ikan milik Wanta hanya berjalan di tempat, tidak mengalami kemajuan. Siklus dari 3 tahun terakhir, menurutnya nyaris stagnan. Namun dirinya masih merasa beruntung jika dibandingkan dengan para peternak ayam. Hari ini pakan ayam menurut Wanta terus mengalami kenaikan.

BACA JUGA:  Pemakaman Haringga, Korban Pengeroyokan di GBLA Dikawal Polisi

“Kalau saya masih beruntunglah kenaikannya tidak signifikan dan masih bisa tetap bertahan, walaupun gini-gini aja ya disyukuri. Banyak kawan-kawan saya yang tadinya usaha ternak ayam kampung, karena pakannya makin naik, gulung tikar pindah ke ikan,” tukasnya.(*/man)