Ditemukan Korban Tewas di Kebakaran Hutan Jati, Ini Penjelasan Perhutani

ADM Perhutani saat memberikan penjelasan terkait kebakaran hutan jati yang menewaskan satu orang tewas, Jumat (20/9).

PURWAKARTA-Perhutani l Purwakarta melalui Wakil Administrasi Arsis Sulistiyono mengakui telah terjadi kebakaran hutan dan lahan seluas kurang lebih 0,5 ha di petak 7c Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Campaka, Rabu (18/9) dan mengakibatkan satu pekerja lepas bernama Rastam (60) meninggal dunia.

Didampingi Kepala Kehumasan Yayan Riyana dan beberapa pejabat lainnya, dijelaskan bawah kebakaran hutan dan lahan terjadi akibat dari pembakaran rumput dan serasah. Sedangkan terjadinya korban jiwa, pihak Perhutani mengklaim hal itu terjadi akibat kelalaian korban sendiri.

Selain diduga akibat kelalian korban, warga tersebut meninggal dunia terjebak oleh kepungan asap yang muncul akibat ulah korban membakar semak. Api membesar karena tiupan angin yang cukup kencang. Korban akhirnya sesak nafas dan tidak bisa menghindar dari kepungan api.

BACA JUGA:  Sandiaga: Pasar Harus Diisi Produk Inovatif

Korban meninggal dunia merupakan warga Kampung Maleber, Desa Banyuasih, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang. “Korban membersihkan lahan dengan membakar dahan atau daun kering. Ditambah penyakit asma yang dideritanya membuat korban sulit keluar dari kepungan asap,” ungkap Arsis kepada Pasundan Ekspres di ruang kerjanya, Jumat (20/9).

Ia menjelaskan, kejadian tersebut diketahui berawal dari laporan petugas Perhutani (Asper, KRPH dan mandor). Anggota Polsek dan Babinsa serta dibantu beberapa warga langsung bergegas menuju lokasi kebakaran dan melakukan pemadaman api serta membuat sekat bakar. Api dapat dipadamkan pada pukul 14.20 WIB.